1.
Menyusuri trotoar kota ini
ribuan wajah sudah kutemui
Masing-masing pribadi sibuk dengan jejak telapaknya
Berbagai gedung dan tempat keramaian
beragam sosok manusia kujumpai
Mereka sibuk mengejar mimpi dan seleranya
Ternyata kami sama saja
terbawa energi tanya meraih jawaban damba
“Jadi apa dan siapa hari ini”
Dalam derap waktu misteri
dan ajaibnya ruang membentang abadi
2.
Ada yang terlahir di kota ini
berkelana dalam tanya mengejar rindu damba
Ada yang datang dari seluruh pelosok negeri
datang mencari jawaban mimpi di sini
Ada aneka suku bangsa dunia
pergi datang juga ke kota ini
Perjumpaan terjadi antar pribadi
bukan karena sesama saudara
Entah apa yang mereka cari
terus terjadi setiap hari
3.
Di lokasi pabrik dan pusat industri
setiap hari bertemu para pekerja
dengan tugas jabatan masing-masing
Ada juga di pusat perbelanjaan dan pasar
Ada yang lain di gedung megah menjulang
Ada yang di kantor pemerintah dan swasta
Ada yang terlunta di jalanan dan tempat kumuh
Selalu ada perjumpaan ramai terjadi
antara sosok pribadi meraih mimpi
Mungkin dipertemukan kata dan angka
4.
Zaman terus lahirkan tawaran
dengan aneka janji dan bukti
dengan kecanggihan ilmu dan teknologi
seperti hadirnya kecanggihan digital milenial
Banyak manfaat untuk kemudahan
namun kata dan angka menjerat nalar
Apakah damai atau keterasingan
Adakah jawaban atau tanya abadi
Jika hanya mutlakkan pikiran dan selera diri
5.
Antara fakta dan misteri terus terjadi
semua kembali pada pilihan pribadi
Sejatinya setiap pribadi paradoks
datang sendiri ke dunia ini
tetapi dari sesama dan untuk saudara
Supaya bisa mandiri selalu butuhkan sesama saudara
Karena saling membutuhkan dan melengkapi
dan tergantung mutlak pada alam semesta
Setiap saat kita berjuang selaraskan jiwa raga
dengan aneka dimensi dan kebutuhan pasti
6.
Harmoni jadi jalan paling hakiki
meski sering jadi mimpi
dalam kelana ziarah setiap pribadi
mencari dan menemukan makna sejati
Keadilan sepertinya utopi dan imajinasi
karena sering berbeda dengan fakta
Harmoni pun seperti pelangi
sering disaksikan oleh mata
Sungguh mempesona dan didambakan sanubari
Namun tak bisa dirangkul dan dimiliki pribadi
7.
Perjumpaan dan perpisahan adalah irama pasti kehidupan
Setiap kita hidup di tengah sesama saudara
berjuang jadi diri sejati dan meraih harmoni
dalam fakta paradoks dan tanya misteri
Pribadi kita unik tak tergantikan yang lain
namun hakikatnya kita sesama saudara
Tanya hakiki dan jawaban sejati
jadi lagu ziarah kelana insani
Sampai saatnya mesti kembali kepada Sang Ilahi

