1.
Angin berhembus wartakan pesan semesta
Setiap detik terlahir anak manusia
membawa cahaya anugerah Ilahi
Setiap waktu membias generasi insani
pancarkan sinar berkah Sang Maha Misteri
Bukan saja yang terlahir normal
Namun yang datang cacat dan miskin papa
Tersebar di berbagai pelosok bumi
Hadir di tengah gemerlap kilau zaman
2.
Mereka dengan tanya dan misteri
disambut dengan senyum tawa
Mereka hadir dengan air mata dalam rindu damba hakiki insani
diterina dengan beraneka reaksi
Yang normal disayang penuh sukacita
Yang cacat dan tak seperti harapan
sering mengecewakan dan ditolak peradaban selera
Bahkan Sang Pencipta digugat
dan Sang Ilahi diserang dicaci
3.
Anak- anak generasi yang normal
nyanyikan balada mimpi lara menyayat
Dari keluarga miskin dan terlantar
Dari panti asuhan dan tenda-tenda penampungan korban perang
Dari pengungsian yang tak tentu nasib untuk perhentian
Sedangkan bocah-bocah cacat yang galau
Kidungkan damba suka penolakan
dari panti asuhan yang berbela rasa
dari keluarga yang disingkirkan masyarakat
dari jalanan dan lingkungan kumuh
karena mereka dianggap laknat dan sosok kutukan
4.
Nyanyian balada sejuta mimpi
terus bergema mengiringi roda waktu
Syair rindu damba misteri kehidupan
terus bergaung dalam ruang semesta
Antara fakta sejarah manusia
dan tanya misteri insani
coba menyibak siang dan malam
Antara pikiran terbatas peradaban
dan selera warisan tradisi kehidupan
terus menggugat misteri Sang Ilahi
Satu hal pasti bagi insani
adalah terlahir dalam pengalaman paradoks
hadir ke dunia dengan pertanyaan hakiki
Mengapa harus terlahir seperti ini
Aku ini apa dan siapa
Untuk apa terlahir ke dunia
Mengapa harus kembali ke Sang Ilahi

