1.
Angin bertiup di padang gersang kehidupan
Jejak telapak rindu mengembara
dahaga mencari mata air keadilan
Bekas kaki damba berkelana
lapar mencari remah roti perdamaian
Zaman silih berganti dalam roda waktu
Keadilan seperti hanya milik segelintir orang
Perdamaian ibarat mengejar untuk menangkap sosok pelangi
Selalu antara mimpi dan fakta
2.
Kawanan burung pipit bernyanyi
rayakan panenan keadilan di padang belantara
Mereka tidak menabur dan bertani
tetapi selalu memanen dan tak ada yang mati kelaparan
Bunga-bunga liar di padang dan hutan
mekar warna warni berkidung semerbak harmoni
Mereka tidak memintal dan menenun
namun keindahannya tak tertandingi iptek
Manusia ingin jadi data digital
3.
Keadilan dikhotbahkan di tempat ibadah
didoakan dalam kegiatan ritual sakral
Namun orang kecil sahaja merana
hanya melihat serpihannya dan pesona bayangan
Tetapi tak pernah mengalaminya
sebagai bagian hakiki harkat martabatnya
Perdamaian dikampanyekan di berbagai media
semua orang mendambakan bagi harkat sejati pribadi
tetapi masyarakat miskin dan sahaja
selalu jadi korban kata dan angka
Milik selera nafsu dan ketamakan
4.
Keadilan hanya kata janji palsu dan orang kecil terus jadi korban bisnis para penguasa
Serpihan keadilan dan puing perdamaian
Sirna dalam gemerlap peradaban lintas zaman
Yang kaya tertawa berpesta pora
Yang kecil miskin terus merana dan mati menderita lara
Entah sampai kapan usai
dunia seperti panggung sandiwara
mempermainkan keadilan dan perdamaian
5.
Sabda semesta terus menggema
Keadilan adalah cahaya matahari
yang disiapkan selalu untuk segenap ciptaan
Perdamaian adalah air dan udara
yang diperuntukan bagi segenap makhluk
Meskipun sering dirusak dan dikotori kebodohan
Padahal manusia adalah sesama saudara
yang semestinya saling mengasihi
yang seharusnya saling menyayangi
Mungkin menanti mujizat Ilahi

