Jangan pernah diberi kesempatan pribadi-pribadi yang menyesatkan itu dalam hidup kita. Misalnya lewat rayuan mautnya dan nikmat dunia yang ditawarkan itu agar kita menjauh dan tidak percaya dengan Tuhan.
Jangan dibiarkan pribadi-pribadi itu membuat kita bertindak tidak baik. Misalnya lewat tutur kata yang memikat untuk mempengaruhi kita agar menyebar hal-hal buruk serta negatif guna membenci, memusuhi orang lain.
Juga tidak boleh terjadi, bahwa ada pribadi-pribadi di sekitar kita yang selama ini hidupnya itu tidak benar, misalnya hidup dalam dosa yang besar.
Mereka harus dinasihati, diingatkan, dan didoakan agar bertobat. Kita harus menerima dan mengampuni mereka. Kita mendampingi dan menuntun mereka untuk menata dan memperbaiki hidupnya untuk kembali ke jalan yang benar.
Biasanya, setelah pertobatan itu, tampak perubahan dalam hidup mereka. Yang penting dan harus dijaga adalah agar mereka tidak jatuh lagi, dan kembali ke cara hidup yang lama. Kita dituntut untuk komitmen dan konsisten dalam mendampingi mereka.
“Tambahkan iman kami!” (Luk 17: 5).
Dengan fondasi iman yang kuat, hidup kita dituntun kepada Allah yang benar, berbelas kasih, dan Allah yang hidup.
Rm Petrus Santoso SCJ

