“Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali” (Yoh 2: 19).
Salah satu stasiun televisi pernah menayangkan suatu program ‘reality show’, yakni Bedah Rumah. Dalam tayangan tersebut, pemilik rumah diberikan bantuan berupa renovasi rumah yang hanya dilakukan selama 12 jam. Alhasil, rumah tersebut berubah jadi indah dan megah dalam waktu singkat. Sang pemilik rumah merasa terharu dan bahagia, karena dalam waktu singkat rumahnya yang semula kumuh itu berubah jadi megah.
Yesus menyatakan, bahwa diri-Nya ingin merombak Bait Allah dan mendirikannya kembali dalam waktu tiga hari. Suatu hal yang mustahil untuk dilakukan secara manusiawi. Namun, Bait Suci yang dimaksud ialah tubuh-Nya sendiri yang menderita, wafat, dan kemudian bangkit sebagai penyelamat manusia.
Hal ini juga jadi tanda hadirnya Bait Suci rohani yang baru, yakni Gereja sebagai persekutuan untuk menghadirkan Kristus melalui Ekaristi dan perkumpulan Jemaat. Kita sebagai anggota Gereja turut diubah melalui sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus sebagai kepala dari Gereja itu sendiri.
Seperti rumah yang dibangun dalam waktu singkat, peristiwa salib dan kebangkitan Kristus mengubah kita yang fana dan berdosa ini agar masuk dalam persekutuan Gereja kudus Allah, yakni Yerusalem Surgawi.
Rm. Sebastianus Paulus, CSE
Minggu, 09 November 2025
Yeh 47: 1-2.8-9.12 Mzm 46:2- 3.5-6.8-9; 1 Kor 3: 9-11.16-17 Yoh 2: 13-22
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

