“Kemuliaan sejati itu bukan terletak pada harta atau kedudukan, melainkan pada kasih yang diwujudkan dalam pelayanan.”
Melalui surat Santo Paulus, Allah menunjukkan indahnya Gereja yang dibangun di atas kasih dan pelayanan. Ia menyebut satu per satu nama mereka yang telah bekerja keras demi Injil: Priskila, Akwila, Maria, dan banyak lainnya. Pria dan wanita yang dengan setia menjadikan rumah mereka tempat bersemainya kasih Kristus. Kesetiaan mereka yang tersembunyi mengingatkan kami, bahwa kemuliaan sejati bukan terletak pada harta atau kedudukan, melainkan pada kasih yang diwujudkan dalam pelayanan.
Ya, Tuhan, Engkau setia dalam segala firman-Mu dan kudus dalam segala karya-Mu. Seperti Pemazmur, kami ingin memuji nama-Mu dan meninggikan Engkau untuk selama-lamanya. Sebab hanya Engkau adalah harta yang sejati, sumber segala kebaikan, dan tujuan akhir dari hidup kami.
Dalam Injil, Yesus mengingatkan, bahwa kami tidak dapat mengabdi kepada dua tuan: Allah dan Mamon. Ia menantang kami untuk memeriksa diri, siapa yang sesungguhnya memerintah di hati kami. Engkau bukan menolak kekayaan, tapi Engkau mengingatkan, bila harta itu diizinkan jadi penguasa hidup kami, kasih pun akan terbelenggu, dan tempat-Mu tergeser jauh di belakang. Bila Engkau yang didahulukan, maka harta duniawi pun bisa jadi sarana kasih dan kerahiman-Mu.
Ajarlah kami, Tuhan, untuk menggunakan yang kami miliki demi kebaikan sesama; menjadikan kekayaan sebagai jembatan belas kasih, bukan tembok kesombongan. Anugerahilah kami hati yang mencintai yang kekal: persahabatan-Mu, kerahiman-Mu, dan sukacita melayani-Mu.
Ketika dunia mengejek nilai kesederhanaan dan kesetiaan, teguhkanlah kami dalam kepercayaan. Bila hati kami mulai resah, ingatkanlah kami, bahwa hanya Engkau sumber damai sejati.
Biarlah setiap karya kami, berkat yang kami kelola itu jadi persembahan kasih bagi-Mu dan bagi Gereja-Mu.
Sebab Engkaulah, ya, Tuhan, Raja Mulia dan Kekal, Yang Awal dan Yang Akhir. Bagi-Mu-lah kemuliaan untuk selama-lamanya.
Semoga hidup kami jadi nyanyian pujian bagi nama-Mu yang kudus, kini dan selamanya.
Ya, Yesus, Engkaulah Andalanku. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

