“Tuhan telah melakukan karya-karya agung. Ia mempercayakan keajaiban-Nya ke dalam tangan kita.”
Sabda Tuhan mengajarkan kami, bahwa segala yang baik dalam diri kami: setiap karunia, kebijaksanaan, dan setiap pelayanan itu berasal dari-Nya.
Santo Paulus mengingatkan Jemaat di Roma, bahwa keberanian, keberhasilan, dan bahkan semangat kerasulannya itu bukan hasil usahanya sendiri, melainkan karya rahmat Kristus yang bekerja melalui dirinya.
Ia sadar, bahwa dirinya hanyalah alat di tangan-Nya, dan segala kemuliaan hanya layak bagi-Nya semata.
Ya, Allah, ajarlah kami menyadari hal yang sama. Engkau telah menanamkan begitu banyak harta di dalam diri kami: iman, waktu, bakat, dan kesempatan. Tapi kami sering kali lupa, bahwa semuanya itu bukan milik kami, melainkan anugerah yang Engkau titipkan untuk menghasilkan buah bagi Kerajaan-Mu.
Tuntun kami jadi pengelola yang rendah hati, yang menggunakan setiap karunia bukan untuk diri sendiri, tapi untuk kemuliaan-Mu.
Dalam Injil, Yesus menceritakan tentang seorang bendahara yang, ketika terancam kehilangan segalanya, bertindak cepat dan bijaksana. Meskipun motifnya tidak sepenuhnya murni, Yesus memuji kebijaksanaannya, karena ia tahu, bagaimana memanfaatkan waktu yang singkat untuk mempersiapkan masa depannya.
Engkau, ya Tuhan, tidak meminta kami jadi licik, tapi bijaksana dalam rahmat, bertindak dengan kesadaran, bahwa setiap hari adalah kesempatan untuk membangun hidup yang kekal.
Engkau ingin kami mempergunakan waktu, tenaga, dan berkat yang ada bukan untuk kepentingan duniawi, melainkan untuk kasih, pelayanan, dan iman … hal-hal yang bertahan sampai selama-lamanya.
Pemazmur berseru: “Tuhan telah melakukan karya-karya yang ajaib!”
Benar, ya Tuhan, karya-karya-Mu yang ajaib terus berlanjut, ketika kami membiarkan kasih-Mu bekerja melalui hati, perkataan, dan tindakan kami. Setiap perbuatan kasih jadi nada dalam lagu keselamatan; setiap kebaikan yang tulus jadi cermin dari kerahiman-Mu yang memperbarui dunia.
Bapa, jadikan kami pengelola yang bijaksana.
Ajar kami menggunakan iman, waktu, dan kemampuan kami untuk melayani rencana-Mu.
Ketika kami tergoda untuk menyimpan talenta karena takut atau nyaman, bangkitkan keberanian dalam diri kami untuk bertindak dengan semangat kudus.
Biarlah api Roh-Mu menyalakan sukacita dalam pelayanan, kemurahan dalam memberi, dan cinta tanpa batas kepada sesama.
Jangan biarkan kami menunggu sampai keadaan memaksa kami berubah.
Ajarlah kami hidup sebagai murid-Mu yang setia, agar kelak, ketika kami berdiri di hadapan-Mu, kami boleh mendengar suara penuh kasih itu: “Baik sekali, hambaku yang baik dan setia… masuklah ke dalam kebahagiaan Tuhanmu.”
Kami bersyukur, Bapa, karena Engkau mempercayakan rahmat-Mu kepada kami. Jadikan hidup kami kidung syukur yang memuliakan Kristus, dan biarlah karya-Mu yang agung bergema sampai ke ujung bumi.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

