Anak yang disebut telah pergi, menjauh, hilang, dan dianggap telah ‘mati’ itu sekarang datang dan ditemukan ‘hidup’ kembali.
Bapak yang sejak semula baik itu adalah tetap baik untuk selamanya. Ia tidak pernah kehilangan semangat untuk menunggu dan menunggu anak yang dikasihinya.
Pengalaman, pergumulan, dan pergulatan itu telah mendewasakan dan mematangkan hidup si Bungsu, anak yang hilang itu.
Bapak teramat baik. Bersama Bapak, hidup ini terjamin dan bahagia. Itulah sebabnya, niatnya untuk kembali, supaya dekat dengan Bapak. Dia ingin mendapatkan kembali kebahagiaan yang telah hilang itu.
Bagaimana posisi sahabat saat ini, dekat dengan Bapak atau jauh? Sedang bahagia atau tidak? Senang bersama Bapak atau hidup dengan mengatur diri sendiri? Tidak tahukah, bahwa Bapak selalu menunggu kita untuk datang, mendekat, menemukan kita selalu berada bersama-Nya dan terus hidup oleh kuasa-Nya.
Bagi siapa pun yang saat ini pergi dan menjauh dari Rumah Bapa. Sudah siapkah kita untuk kembali ke rumah-Nya?
Allah Bapa selalu merindukan dan ingin memeluk anak-anak-Nya!
Rm Petrus Santoso SCJ

