“Untuk memahami rencana Tuhan itu sederhana, pola pikir saya didasari hakikat hidup sejati: lahir, kawin, dan mati.” -Mas Redjo
Dari tiada ke ada, lalu kembali ke tiada. Tujuannya jelas, agar kita menjalani hidup ini dengan ikhlas dan tuntas.
Tanpa ikhlas hati, hidup ini jadi berat. Coba berefleksi untuk memaknai hidup sendiri agar kita tidak disesatkan oleh ego dan keinginan si Jahat.
Hidup ini amat sederhana. Karena hidup yang berat, rumit, dan sulit itu datang dari keegoisan kita. Hidup sederhana itu sumbernya dari hati yang mengasihi, hati Tuhan Yesus.
Saya berefleksi itu tidak didasari dengan ilmu cocoklogi, tapi dari pengalaman hidup sendiri dan sesuai dengan fakta.
Prinsip saya, hidup ini ketetapan Tuhan. Karena semua yang terjadi di dunia ini atas seizin-Nya.
Saya melihat benang merah dari pengalaman hidup sendiri. Hidup sejati itu berproses dan alami. Dari kecil untuk bertumbuh jadi besar. Tidak ada bayi, ketika ia dilahirkan langsung bisa berlari. Tidak juga muncul secara ujug-ujug: sukses dalam berbisnis dan langsung tajir melintir, tanpa melalui proses dan tempaan tantangan.
Orientasi itu saya kaitan, bahwa hidup ini untuk bertumbuh kembang dan berbuah. Hasilnya itu untuk dipanen, dinikmati penuh syukur, dan dibagikan pada sesama. Karena hidup ini untuk memberi.
Sesungguhnya, ketika kita tidak mempunyai tujuan hidup yang pasti, maaf… hidup ini adalah kesia-siaan!
Ojo mringis, Lur …
Mas Redjo

