“Bapak selalu datang pagi, kalau ke kampus.”
“Selain nyaman, saya selalu ingat ‘welingé’ orangtua dulu”, jawab saya.
Setiap kali berpamitan, utamanya untuk bertugas, orangtua selalu berpesan:
“Sing ati-ati lan gemati anggone nindakake tugas.”
‘Gemati’ itu Bahasa Jawa, akronim dari ‘Digegem nganggo ati’ yang secara harfiah berarti “digenggam dengan hati”.
Sebuah interpretasi yang sangat pas untuk menjelaskan esensi dari ‘gemati’, yaitu melakukan sesuatu dengan penuh perhatian, kasih sayang, ketulusan, kesabaran, dan dedikasi.
Tugas atau tanggung jawab yang digenggam itu tidak hanya dengan tangan, kekuatan lahir, tapi dengan hati, kekuatan batin. Sehingga tidak mudah terlepas oleh godaan apa pun.
Salam sehat.
Jlitheng

