1.
Keadilan terkapar di mana-mana
entah di kota hingga dusun dan hutan rimba
Terluka parah sekuyur tubuh
penuh nanah bahkan berulat
bau busuk penuh nanah dan darah
Nafas tersengal nyawa sekarat
tanpa harapan bagi jutaan para korban malang
Pemilik kekuasaan, senjata dan modal
melakukan apa saja kehendaknya
demi meraih kepuasan dan kesombongan mereka
Tidak ada keadilan dalam pikiran, nurani dan jiwanya
2.
Nasib perdamaian pun hampir tak ada bedanya
karena perdamaian adalah saudara kembar keadilan
Damai bersama sering terbuang di parit becek berbau tengik
biasa dikerumuni tikus yang kelaparan
juga kecoa, nyamuk dan ulat
Maka sungguh menjijikkan bagi para penjahat kemanusiaan
Karena perdamaian adalah musuh kerakusan selera mereka
meski pun pada hakikatnya dibutuhkan oleh kehidupan semua pribadi
Yang utama itu kenikmatan bukan damai
3.
Keadilan dititip dalam jiwa raga
ketika setiap pribadi berinkarnasi
datang ke dalam sejarah kehidupan
karena Sang Pencipta Maha Adil
Perdamaian itu anugerah Pemilik semesta
yang tertulis dalam jiwa raga
agar bisa terbaca selama ziarah
melakoni peran di panggung sandiwara
Mengapa nasibnya seperti sampah
bagi peradaban
Mengapa lara terkapar seperti laknat?
4.
Ternyata warisan peradaban telah tercatat
tanya asali sering melukai setiap pribadi
Kebodohan nalar telah menodai diri
sehingga keadilan dibenci dan disiksa
sehingga perdamaian dianiaya dan disingkirkan
seakan tidak dibutuhkan kehidupan pribadi
Di tengah alam dan sesama saudara
yang sama-sama ciptaan Sang Ilahi
Apakah ini misteri relasi manusia dan Sang Maha Misteri
5..
Catatan panjang sejarah manusia
selalu ada konflik dalam pribadi
tentang adanya hak dan kewajiban
yang idealnya selaras harmoni
Jika keadilan disadari ada dan dilakukan
maka perdamaian pasti hadir tercipta dialami
Rupanya kewarasan pikiran dan kecerdasan nalar
kedewasaan emosi dan hati nurani
kebeningan sanubari jiwa kita
Semuanya mendapat pengaruh tradisi keluarga dan lingkungan
sehingga kita bisa merekam dan mengulang
sebagai warisan luhur para pendahulu
6.
Iri dengki dendam masih ada
Permusuhan dan peperangan terus hadir
Bahkan dianggap kebenaran suci
karena didasari keyakinan, adat budaya serta ajaran agama
Orang lain yang tak sama kepentingannya
dianggap musuh dan layak disingkirkan
atau dibunuh dan dibasmi
Perdamaian seperti ilusi dan mimpi buruk
karena penindasan dan ketidakadilan membara
agar sumber daya alam dikuasai dan dikuras
agar kekuasaan dan harta dimiliki
agar kenikmatan dan kemegahan diri diagungkan

