1.
Langkahku menyusuri jalanan kompleks
Sunyi, sepi menemani lelah seharian
Namun
sekejab terpana pemandangan ajaib
cahaya purnama membelai ratusan kembang melati
aroma wanginya menyibak wajah gulita
Langkahku terhenti mengagumi panorama
Inikah misteri alam terpenuhyang selalu terjadi
Apakah ini sabda semesta yang selalu menggema?
2.
Jiwa ragaku larut dalam pesona
seperti saksikan sebuah ritual sakral
Ratusan kembang putih melati
lantunkan syair pujian ke angkasa
Cahaya purnama menyambut dengan senyum kagum
Semerbak harum melati menyebar seperti gema madah pujian
Sekelompok serangga menari lincah mengiringi
Kesadaran dihardik untuk bangun berjaga
menelisik pribadi di hadapan alam semesta dan Sang Ilahi
3.
Malam yang hening sepi membuat suasana semakin sakral
Aku larut terpesona kagum
Lelah letih sirna pergi seketika
Beberapa tikus dan kucing pun takjub diam di tepi tembok
mungkin sedang daraskan doa heningnya
Syukur kepada-Mu Sang Hyang Ilahi
atas sabda semesta penuh makna
atas madah pujian alam mempesona
yang tersaji lestari setiap saat
dari kelimpahan kasih-Mu Sang Maha Pencipta
4.
Aku malu dan diam terpaku
sadari jarang berterima kasih
Aku tunduk diam seperti ditegur
karena biasanya enggan bersyukur
atas aneka berkat Ilahi
yang jadi energi jiwa raga
yang memungkinkan aku bisa berkelana
Mungkin karena merasa diri serba mampu
lalu lupa akan udara bagi nafasku
dan debu tanah bagi seluruh adaku
Bahkan sering menggerutu menuntut
agar segala selera harus terpenuhi

