“Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”
Kalimat yang mungkin sering terdengar dalam ucapan doa ini semestinya jadi bagian penting keseharian hidup kita. Perkembangan tingkat kemakmuran hidup sering kali tidak seiring dengan pemahaman relasi yang cukup layak dan pantas antara manusia dan Allah, Sang Pencipta.
Adagium ‘Ad maiora natus sum’ (kita dilahirkan untuk sesuatu yang lebih luhur) perlu dilanjutkan dengan ‘Ad maiorem Dei gloriam’ (demi kemuliaan Allah yang semakin besar). Tanpa kemuliaan Allah, tidak akan terjadi kehidupan yang memuliakan manusia dan seluruh isi bumi.
Bangsa kita, menurut penelitian Charities Aid Foundation (CAF), terkenal sebagai bangsa yang masyarakatnya bersifat murah hati, berbelas kasih, dan bergotong-royong, sebagaimana diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang. Kita bersyukur pula, bahwa dasar ketulusan yang kuat tetap membuat sifat kedermawanan ini tidak terpengaruh situasi sosial kemasyarakatan yang buruk, seperti korupsi bantuan sosial dan bantuan-bantuan lainnya.
Semoga setiap karya kemanusiaan yang kita lakukan makin memuliakan Allah dan membuat hidup kita sebagai manusia jadi lebih luhur.
“Ya, Bapa, semoga keluarga-keluarga kami bertumbuh dalam iman dan berkembang demi generasi mendatang yang menyayangi kehidupan. Amin.”
Ziarah Batin

