“Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga” (Mat 5: 3).
Yesus menyampaikan Sabda Bahagia, sebuah pengajaran yang berisi inti dari kerajaan Allah. Tapi yang disebut Yesus sebagai yang ‘berbahagia’ itu justru bertentangan dengan logika dunia. Dunia memandang bahagia itu berarti kaya, sukses, dan dihormati. Sebaliknya, Yesus berkata: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.”
Yesus mengajak kita melihat kebahagiaan bukan dari kenyamanan lahiriah, melainkan dari kedalaman hubungan kita dengan Allah. Orang yang miskin di hadapan Allah adalah mereka yang sadar bahwa mereka membutuhkan Tuhan. Mereka yang lemah lembut, lapar akan kebenaran, murah hati, dan pembawa damai. Semuanya ini menggambarkan karakter orang yang hidup sesuai kehendak Allah.
Di tengah dunia yang keras dan sering mementingkan diri sendiri, Yesus menantang kita untuk hidup dengan cara yang berbeda. Hidup dengan kasih, keadilan, kerendahan hati, dan keberanian untuk menderita demi kebenaran.
“Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mencari kebahagiaan yang sejati, bukan yang dunia tawarkan, melainkan yang berasal dari hidup dalam kasih dan kebenaran-Mu. Amin.”
Sr. Philippa Nerissa, P. Karm
Sabtu, 01 November 2025
Hari Raya Semua Orang Kudus
Hari Sabtu Imam
Why 7: 2-4.9-14 Mzm 24: 1-6 1Yoh 3: 1-3, Mat 5: 1-12
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

