“Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?” (Luk 14: 5).
Pertanyaan ini menantang kita untuk merenungkan sikap dan tindakan kita terhadap sesama. Yesus, dalam hidup-Nya, menunjukkan kepedulian yang mendalam terhadap orang-orang di sekitar-Nya. Ia adalah pribadi yang taat pada hukum, tapi tidak kaku dalam penerapannya. Ketika melihat sesama-Nya menderita, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menyaksikan penderitaan orang lain. Pertanyaannya adalah: Apakah kita memiliki hati seperti Yesus, hati yang tergerak oleh belas kasihan? Kita memiliki banyak cara untuk menolong sesama. Kita dapat meluangkan waktu, memberikan perhatian, atau menggunakan yang kita miliki untuk membantu mereka yang membutuhkan. Namun, ada kalanya kita tidak dapat menolong secara langsung. Dalam situasi seperti itu, kita dapat menolong mereka melalui doa.
Marilah kita berkomitmen untuk jadi pribadi yang peka terhadap kebutuhan orang lain dan berusaha untuk meneladani Yesus dalam setiap tindakan kita dengan menunjukkan belas kasih kepada sesama. Dengan demikian, kita tidak hanya jadi saksi kasih-Nya, tapi juga saluran berkat bagi orang-orang di sekitar kita.
Sr. M. Anita, P. Karm
Jumat, 31 Oktober 2025
Rm 9: 1-5 Mzm 147: 12-15.19-20 Luk 14: 1-6
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

