1.
Pada wajah ada aneka warna
setiap pribadi melukis harapan
Pada mulut ada kisah cerita
setiap diri menulis sanubari jiwanya
Pada jemari tangan dan kaki
pilihan tindakan pribadi patrikan amal
Apa dan siapa sujud sembahku
Jadi apa dan siapakah aku ini
di hadapan sesama dan Sang Maha Ilahi
Zaman kreasikan beragam inovasi
yang bisa membuat galau dilema
akan semua warisan tradisi keluarga
dan tawaran pesona informasi digital
yang jadi budaya milenial
2.
Silau gemerlap kemajuan zaman
tawarkan aneka informasi pada mata
agar selera dan nalar terpesona
agar nurani bisa tunduk tergoda
agar sanubari jiwa nanar mengejar
Termasuk informasi tentang kebenaran iman
dari berbagai kepercayaan dan agama
Bahkan tentang Tuhan, Surga dan Neraka
Dan
setiap pribadi bebas menentukan
Apa yang harus dipilih dan diputuskan
dengan warisan iman yang sudah dimilikinya
dengan ragam informasi yang menyingkap tabir
Apa itu kebenaran imanku?
3.
Generasi digital milenial terlahir
dengan tawaran aneka sarana iptek
dengan banjir informasi kreasi nalar
dengan bermacam data dan fakta pengalaman
Yang melintas waktu, adat budaya, bangsa dan agama
Maka
apa yang dahulu tabu sakral
kini terbuka jadi informasi publik
Apa yang kemarin tak boleh dipertanyakan
termasuk misteri iman yang sakral
sekarang tersaji di dunia maya
Bahkan
rekam jejak berbagai lembaga dan pribadi
bisa ditelusuri dengan sarana digital
Sehingga kebenaran tersingkap bagi generasi digital
termasuk mengetahui dan memahami berbagai tradisi iman
4.
Memang iman yang menolong budi
karena indra tidak mampu menjangkau
aneka prinsip kebenaran iman
serta semua pengalaman spiritual
Namun
gemerlap zaman digital milenial
terus sajikan kreasi inovasi nalar
yang diagungkan sebagai supremasi kebenaran
dan bukti kemajuan iptek manusia
Maka,
dalam gebyar gemerlap zaman digital
iman digugat dan diuji iptek
bagi ziarah kelana jiwa raga pribadi
Untuk melakukan warisan luhur tradisi
Untuk mengetahui dan memahami agama
Untuk menelisik prinsip iman pribadi
Untuk memilih dan memutuskan
Mau jadi apa dan siapa
termasuk menghayati iman seperti apa
Bahkan ada yang tinggalkan imannya

