“Roh Kudus berdoa di dalam kelemahan kita dan membentuk hati ini hingga mencerminkan kemuliaan Kristus.”
Dalam perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Jalan yang berakhir di salib dan berbuah kemuliaan,
Yesus terus mengajar mereka yang mau membuka hati.
Seseorang bertanya, “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?”
Tapi Yesus tidak menjawab rasa ingin tahu itu; Ia mengarahkan hati kami kepada hal yang lebih penting:
bagaimana kami bisa masuk ke dalam keselamatan itu, sebelum pintu rahmat tertutup.
Yesus berbicara tentang pintu yang sempit. Pintu yang hanya bisa dimasuki oleh mereka yang merendahkan diri, mau melepaskan beban kesombongan dan kelekatan duniawi. Bukan pintu bagi mereka yang bersaing atau membandingkan diri, melainkan bagi mereka yang mau meneladani Yesus, yang “mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba.”
Sering kali kami terlalu sarat oleh diri sendiri, penuh oleh keinginan, harta, dan kebanggaan, hingga kami tidak lagi mampu melewati pintu yang sempit itu.
Allah Bapa tetap sabar menanti.
Pintu itu masih terbuka. Roh Kudus masih berdoa di dalam kami; di hati yang mengeluh dan kehabisan kata, membentuk hati kami agar semakin menyerupai Putra-Mu.
Seperti dikatakan oleh Santo Paulus, “Semua yang Engkau kenal sejak semula, Kau pilih agar serupa dengan gambaran Putra-Mu.”
Inilah kemuliaan sejati yang Kau persiapkan bagi kami: bukan kehormatan dunia, melainkan hati yang lembut, taat, dan penuh kasih seperti Yesus.
Seperti Pemazmur bernyanyi, “Aku percaya akan kasih setia-Mu, hatiku bersukacita karena penyelamatan-Mu.”
Meski jatuh bangun, kami tetap berharap, sebab Engkau tak pernah meninggalkan kami. Engkau menunggu kami untuk kembali,
untuk melangkah masuk melalui pintu belas kasih yang masih terbuka itu.
Ya Bapa, ajarlah kami untuk tidak menunda pertobatan. Jangan biarkan kami hidup seolah esok masih ada kesempatan. Hari ini kami datang kepada-Mu, dengan hati yang jujur dan rendah,
memohon pengampunan dan tuntunan Roh Kudus.
Ketika kami tak tahu harus berdoa apa, biarlah Roh-Mu sendiri berdoa di dalam kami.
Ketika kami lemah, kuatkanlah kami dengan rahmat-Mu.
Ketika kami tersesat, tuntunlah kami kembali kepada Yesus, Pintu sempit yang membawa kepada hidup kekal.
Sebab Yesus adalah “Jalan, Kebenaran, dan Kehidupan”
satu-satunya pintu yang terbuka menuju sukacita abadi bersama-Mu.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

