“Jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian” (Luk 13: 3b).
Yesus menanggapi pertanyaan tentang penderitaan orang-orang Galilea dan kejadian di Siloam dengan mengingatkan, bahwa tidak semua tragedi yang terjadi atas manusia sebagai hukuman Tuhan. Kita tidak boleh menghakimi orang lain yang mengalami tragedi sebagai orang yang dihukum Tuhan. Tapi, jika kita tetap degil hati dan tidak mau bertobat, maka kita akan beroleh kebinasaan.
Yesus lebih menekankan pentingnya pertobatan. Kita tidak perlu sibuk mengurusi dan menghakimi dosa orang lain, tapi hendaknya kita senantiasa menyadari segala dosa-dosa kita dan segera bertobat.
Melalui perumpamaan pohon ara, Yesus menunjukkan kesabaran Allah yang memberi kesempatan bagi manusia untuk berubah. Tapi kesempatan itu tidak selamanya tersedia. Seperti pemilik kebun yang memberi waktu satu tahun lagi bagi pohon ara berbuah, Tuhan memberi waktu kepada kita untuk bertobat dan menghasilkan buah kehidupan. Kita diingatkan agar tidak menunda pertobatan.
Waktu adalah anugerah, dan setiap hari adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. Tuhan Maha Sabar, tetapi pertobatan tetap tidak boleh ditunda.
Mari kita belajar untuk bertobat dari hari ke hari.
Sr. M. Paula, P. Karm
Sabtu, 25 Oktober 2025
Rm 8:1-11 Mzm 24:1-6 Luk 13:1-9
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

