1.
Membuka lembaran kisah lampau
ada samar wajah keadilan
tergores dalam warisan tradisi
Bahwa Sang Ratu Adil pasti datang
menegakkan hukum amanah semesta
menjamin hak dan kewajiban asasi
bagi setiap insan di bumi
sebagai putra-putri cahaya Ilahi
dengan tongkat kasih sayang persaudaraan
dengan takhta wibawa cinta hakiki
Manusia terlahir untuk membawa damai
Manusia adalah Nur Ilahi
2.
Terpatri dalam ritual adat budaya
dengan seribu sosok sejuta wajah
mempunyai harkat martabat mulia
Manusia adalah ciptaan istimewa
karena memiliki adat budaya luhur
Kerlip sinar jutaan bintang
Pesona cahaya bulan purnama
Warna-warni indahnya pelangi
Sinar penuh energi sang surya
Jagat kecil miniatur jagat raya
Manusia itu fakta makna keadilan
dari kreasi Sang Maha Adil
Sungguh nyata sekaligus penuh misteri
3.
Zaman berkelana lintasi ruang dan waktu
Sosok keadilan silih berganti rupa
Dari kata lisan jiwa raga
menjelma dalam adat budaya tradisi
tertulis dalam buku-buku suci
Diajarkan dalam budaya literasi
dengan berbagai ilmu dan teori
dengan kecanggihan sarana teknologi
Manusia beranak pinak penuhi bumi
saling berebut kebutuhan dan kepentingan
Karena sumber daya alam terbatas
bahkan terus berkurang kualitasnya
4.
Kata dan makna keadilan berubah
bahkan sering jadi tanya dan utopi
karena kelana harkat martabat insani galau
Pikiran berkelahi dengan hakikat pribadi
Kepentingan berjibaku memperebutkan kebutuhan
Keadilan dibunuh dan dicincang
agar hilang makna dan sosok rupanya
lantaran pewaris zaman terancam kehadirannya
Manusia direnggut keserakahan nalar dan selera
nurani dan sanubari jiwa terkulai
sering merana tak berdaya
Masih adakah sosok keadilan untuk hadir dialami?

