“Ketika kasih itu makin mendalam, pandangan kian jadi jernih. Kita mulai mengenali kehadiran Allah bahkan dalam tanda-tanda yang sederhana.”
Yesus mengajak kami untuk belajar membaca tanda-tanda zaman. Bukan dengan rasa takut atau spekulasi, melainlan dengan cahaya iman dan kehangatan kasih.
Allah tidak pernah jauh dari ciptaan-Nya. Seperti yang diajarkan Santo Thomas Aquinas, bahwa Allah hadir dalam hakikat dan kuasa-Nya pada segala yang ada. Ia menopang setiap helaan napas, menuntun setiap kisah, dan menulis belas kasih-Nya, bahkan di tengah garis-garis pergumulan hidup kami.
Faktanya, kami sering kali gagal menyadari hal itu. Kami bisa membaca cuaca, memprediksi arah dunia, dan menganalisis keadaan, tapi melewatkan tanda-tanda rahmat yang Ia tanam di sepanjang jalan hidup kami. Seperti banyak orang di zaman Yesus yang melihat Dia hanya sebagai guru dan penyembuh, kami juga kerap gagal mengenali Allah yang hadir di tengah kami.
Allah bukalah mata dan hati kami.
Ajarlah kami mengenali kehadiran-Mu dalam Sabda-Mu, Sakramen, dalam sesama kami, terutama yang miskin dan menderita.
Ketika dunia diselimuti kebingungan dan berita palsu, jadikan kebenaran-Mu sebagai kompas bagi kami. Curahkan Roh Kudus-Mu agar kami mampu membedakan yang benar, berani bersuara dengan kasih, dan jadi saksi yang menyalakan harapan bagi sesama.
“Tuhan Yesus, Engkaulah Terang yang menyingkapkan segalanya.
Penuhi hati kami dengan kasih-Mu.
Bebaskan kami dari hal-hal yang menghalangi kehendak-Mu.
Perbaruilah budi kami, agar kami mampu menilai yang benar dan memilih yang baik. Sehingga hidup kami setiap hari sebagai tanda nyata dari kasih dan kerahiman-Mu. Amin.”
“Tuhan, bukalah mataku agar dapat melihat kasih-Mu dalam setiap tanda.”
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

