Dalam perspektif Katolik, jadi saksi nikah itu adalah kehormatan dan tanggung jawab dan bukan kewajiban yang berbatas waktu.
Mengapa?
Karena peran saksi itu adalah mendampingi dan memberi teladan kepada pasangan yang baru menikah itu seumur hidup mereka.
Saksi nikah memiliki tanggung jawab spiritual dan moral untuk membantu pasangan baru menghidupi nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan pernikahan mereka, termasuk mendidik anak-anak mereka sesuai dengan ajaran Kristus.
Saksi nikah ikut mengambil bagian dalam peneguhan pernikahan kudus di hadapan Tuhan dan umat, yang berarti mereka ikut bertanggung jawab secara spiritual atas keluarga baru tersebut.
Standar Kelayakan Saksi Nikah?
Tidak sekadar dekat atau hebat. Pasangan yang layak jadi saksi nikah adalah pasangan yang berhasil dalam pernikahan dan keluarga, sehingga mereka sanggup jadi teladan bagi pasangan yang baru menikah.
Karena Tugas saksi nikah itu tidak berhenti setelah upacara pernikahan. Mereka juga turut berperan dalam setiap persoalan hidup rumah tangga keluarga baru tersebut, menunjukkan, bahwa tanggung jawab mereka bersifat berkelanjutan seumur hidup.
Pemilihan saksi nikah itu tidak hanya berdasar faktor kekeluargaan, melainkan harus didasarkan pada kemampuan mereka untuk membimbing dan mendampingi keluarga baru dalam perjalanan hidup pernikahan mereka.
Salam sehat dan selamat melayani.
Jlitheng

