Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Spirit penderitaan yang dapat menumbuhkan sayap-sayap semangat.”
Kesetiaan dalam Hidup
Sikap kesetiaan dalam memikul beban hidup ini, sejatinya tidaklah sia-sia. Maka, berbahagialah dia, yang setia dalam memikul beban hidupnya dari saat ke saat di sepanjang hayatnya.
Mari, Cermatilah Legenda ini dengan Saksama!
Beban Memberi Kita Sayap
Sebuah legenda kuno mengisahkan, bahwa Allah telah memikul beban yang sangat berat di pundak setia-Nya. Ia, bahkan telah rela untuk memikul beban itu di atas bumi.
Suatu hari Allah memohon bantuan kepada sejumlah binatang untuk membantu-Nya. Namun, mereka menolaknya secara halus dengan cara meminta maaf. Bahkan si buldoser gajah raksasa dan si angkuh singa pun telah menolak.
Mendengar kabar yang memelaskan hati itu, sejumlah burung mendatangi Allah dan menyatakan kesediaan mereka untuk membantu.
“Jika Engkau sudi mau membagi beban-beban itu ke dalam bundelan-bundelan kecil, maka kami dengan senang hati membantu-Mu.”
Allah meletakkan ke pundak mereka masing-masing satu bundel kecil. Mereka segera melintasi gurun pasir menuju tempat sasaran mereka masing-masing. Bahkan mereka membawa beban itu sambil bernyanyi girang. Akhirnya, lambat laun beban-beban itu terasa sangat ringan dan bahkan seolah-olah bukan mereka yang mengangkat beban itu.
Apa yang telah terjadi? Ketika mereka meletakkan beban-beban itu dari pundaknya, ada sayap-sayap yang tumbuh menggantikan beban-beban itu. Sayap-sayap itulah yang memungkinkan mereka untuk dapat terbang ke angkasa.
Ternyata, karena mereka setia belajar memikul beban hidupnya, maka beban-beban itu telah berubah jadi sayap-sayap dan bahkan mengantarkan mereka untuk kian dekat kepada Allah.
Kini, aneka beban hidup yang kita pukul untuk orang lain itu, bahkan akan berubah jadi sayap-sayap semangat yang sanggup mengangkat kita menuju kebahagiaan sejati.
Leo Bennett dalam Sunshine
(1500 Cerita Bermakna)
Misteri Agung dari Balik Legenda ini
Kapan akan terjadi sebuah keajaiban di dalam hidup ini? Dari manakah datangnya misteri suatu keajaiban di dalam hidup kita? Di dalam legenda tua yang bermakna spiritual ini, suatu keajaiban justru terjadi, setelah makhluk-makhluk mungil itu menyanggupkan diri dalam kesetiaan, keikhlasan, dan ketulusan hati untuk memikul beban hidup mereka bersama Allah.
Bersama dan di hadapan Allah Sang Maha Setia, kita makhluk-makhluk kecil dan dina papa ini akan sanggup menerima suatu keajaiban hidup. Jika Allah mau, maka semuanya itu akan terjadi. Bukankah tidak ada yang mustahil bagi Allah?
Tak pelak, bahwa sayap-sayap semangat dan kesetiaan itu, justru akan sanggup menerbangkan kita agar kian mendekat pada kebahagiaan sejati. Karena bukanlah suatu kebahagiaan sejati itu justru hanya diperoleh setelah Anda setia, ikhlas, dan rela untuk berkorban?
Refleksi
Segala sesuatu yang dapat membahagiakan hidup ini datang kepada kita, karena kesetiaan kita untuk menerima tawaran kebahagiaan dari Allah.
Sebuah pertanyaan retoris, “Sanggup dan setiakah kita untuk bekerja bersama Allah demi menumbuhkan sayap-sayap semangat serta pengharapan di dalam Allah?
Tuhan, berikanlah kami sayap-sayap hidup yang memampukan kami untuk dapat terbang menuju kebahagiaan sejati!
Kediri, 21 Oktober 2025

