“Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu” (Luk 12: 15).
Dalam hidup ini kita mencari kebahagiaan. Banyak orang mengira, bahwa kekayaan dapat memberikan kebahagiaan.
Tuhan Yesus bersabda, bahwa hidup kita tidak tergantung dengan besarnya kekayaan materi yang dimiliki. Hati manusia begitu luasnya dan cenderung mengisi hatinya dengan kekayaan materi. Manusia menyangka, bahwa kebahagiaannya dapat dicapai dengan memiliki banyak harta, sehingga dalam hidupnya ia mengejar untuk memiliki banyak harta, sehingga tanpa disadari ketamakan itu menghambat hidupnya untuk datang kepada Tuhan. Kita perlu waspada terhadap hal itu dan perlu mengarahkan hati kepada perkara-perkara Surgawi. ‘Kekayaan’ ini, jika tidak digunakan sesuai dengan kehendak Allah, dapat membawa kepada kebinasaan.
Sesungguhnya kebahagiaan sejati hanya ada di dalam Tuhan. Hanya Dia yang dapat memuaskan hati kita. Sebab dunia ini akan berlalu, namun orang yang selalu bersandar pada Tuhan akan menemukan kebahagiaan yang sejati. Dia akan menikmatinya sampai selama-lamanya.
Sr. Jia Lu, P. Karm
Senin, 20 Oktober 2025
Rm 4: 20-25 MT Luk 1: 69-75 Luk 12: 13-21
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

