Ungkapan lama mengatakan ‘ora et labora’, berdoa dan bekerja, sebagai aktivitas yang setiap hari dilakukan beriringan oleh orang-orang beriman.
Kita diajak untuk berdoa dengan tidak jemu dan bekerja dengan giat, serta penuh semangat. Dengan banyak cara, Allah Yang Maha Baik memerhatikan dan berkarya dalam hidup kita.
Dalam Kitab Keluaran dikisahkan, bahwa orang-orang Israel, dipimpin oleh Yosua, berperang melawan orang-orang Amalek. Pasukan mereka mengalami kemenangan, ketika Musa mengangkat tangan. Sebaliknya, mereka mengalami kekalahan, ketika tangan Musa diturunkan. Hal ini menggambarkan, bahwa suatu perjuangan akan mendapat hasil yang baik, ketika disertai dengan doa agar kuasa Tuhan berkarya dalam diri mereka. Sebaliknya, peperangan mereka berujung kekalahan, ketika mereka mengandalkan kemampuan mereka sendiri, dan tidak berjalan bersama Tuhan.
Melalui perumpamaan tentang janda dan hakim dalam Injil Lukas, Yesus menyatakan, bahwa Allah tidak akan meninggalkan umat-Nya berjalan sendiri dalam perjuangan hidup di dunia ini. Ia senantiasa menyertai, memimpin, dan memerhatikan doa orang beriman. Kalau hakim yang lalim saja dapat berbuat baik, tidakkah Allah akan membenarkan para pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Adakah Ia akan mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
“Allah Yang Maha Baik, kami percaya Engkau selalu hadir dan berkarya dalam hidup kami. Tuntunlah kami agar pekerjaan kami menghasilkan hal-hal baik bagi kami dan sesama, terutama demi kemuliaan nama-Mu. Amin.”
Ziarah Batin

