“The Lord appointed seventy-two others whom he sent ahead of him to every town and place he intended to visit” (Luke 10:1).
Jumlah pekerja yang banyak, jika tidak bisa bekerja itu percuma. Sebaliknya, dengan jumlah yang sedikit, bila kerjanya efektif, maka banyak tujuannya tercapai. Yang penting, arahannya jelas, dan yang dipercaya itu tahu pekerjaannya.
Yesus mengutus murid-murid-Nya dengan tujuan amat jelas:
- Satu: ladang pelayanannya.
- Dua: tantangannya.
- Tiga: apa yang dibawa dan yang tidak dibawa?.
- Empat: apa yang harus dilakukan pertama, ketika berkunjung.
- Lima: bagaimana sikap yang ditunjukkan saat berkunjung.
- Enam: pesan dalam pembicaraan dengan mereka yang dikunjungi.
- Tujuh: pelayanan kasih yang mesti dilakukan untuk yang menderita. Kasih Yesus luar biasa!
Pelayanan yang efektif itu harus terarah dan jelas. Jika tidak itu membuang-buang waktu, karena tidak jelas yang akan dan sedang dikerjakan, sehingga hasilnya pun minim dan tidak berbekas. Juga ujung-ujungnya negatif, yakni saling menyalahkan dan melempar tanggung jawab, khususnya saat gagal.
Para sahabat yang baik, “Yesus mengurapi dan mengutus kita.” Jadikan Injil sebagai petunjuk dari pelayanan. Sekarang Yesus tidak mengutus berdua-dua, tapi sendirian. Kita harus berani untuk jadi saksi-Nya.
Rm. Petrus Santoso SCJ

