Jadi pengikut Kristus berarti siap menerima tanggung jawab dalam hidup bersama. Sebab kita dipanggil tidak hanya untuk membangun kedekatan dengan Tuhan, tapi juga untuk membangun hidup bersama yang saling mendukung dan melayani. Tanggung jawab itu jadi lebih besar, ketika kita dianggap tokoh atau guru dalam hidup bersama itu. Kita tidak hanya mengajar dengan kata-kata, tapi juga harus memberi teladan melalui sikap, tutur kata, dan perbuatan-perbuatan yang baik.
Yesus mengkritisi cara hidup orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Sebab orang-orang Farisi mementingkan ritual keagamaan daripada menegakkan keadilan dan kasih. Para ahli Taurat mengajar banyak hal kepada orang lain, sementara mereka sendiri tidak melakukannya. Yesus menekankan, bahwa yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
Ritual doa adalah hal penting dalam hidup iman kita. Kita diingatkan untuk tidak hanya berdoa, tapi juga terus-menerus melakukan karya kasih terhadap sesama di sekitar kita, dan peduli terhadap lingkungan alam. Keduanya adalah perwujudan dari motivasi dan semangat iman yang sama.
“Bapa Yang Maha Baik, mampukanlah kami untuk menjadikan seluruh hidup dan karya kami hari ini menjadi tanda bakti kami kepada-Mu. Amin.”
Ziarah Batin

