“Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama” (Rm 2: 1b).
Pada siang hari yang sangat terik, Sintia dan Cindy memutuskan bepergian dengan mobil. Saat ke luar dari mobil, dia mengatakan kepada Cindy, bahwa hari sudah gelap. Cindy tercengang dan mengatakan, “hari ini sangat panas, tidak mungkin hujan sebentar lagi.” Namun, Sintia bersikeras, bahwa hari ini segera akan turun hujan. Akhirnya, Cindy tertawa sambil berkata, “Buka dulu kacamata hitammu. Sampai kapan pun kalau kamu tidak membukanya, kamu akan selalu berkata hari sudah gelap.”
Cerita yang sangat menarik. Sering kali seseorang melihat sesuatu dari kacamata (sudut pandang) pribadi dan bersikeras, bahwa dia benar. Sama halnya dengan perumpamaan tentang seorang yang hendak membersihkan selumbar di mata temannya, padahal sebuah balok besar ada di matanya.
Apakah Anda sudah membuka kacamata dan menyingkirkan balok di mata Anda? Bukalah kacamata Anda dan singkirkanlah balok di mata Anda melalui jalinan relasi dengan Allah, sehingga Anda dapat melihat secercah sinar Ilahi.
Sr. M. Priska, P. Karm
Rabu, 15 Oktober 2025
Rm 2: 1-11 Mzm 62: 2-3.6-7.9 Luk 11: 42-46
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

