Aku seorang penerus tradisi budaya
dalam menghasil aneka kain adat
dengan beragam ukuran dan motif
dengan aneka warna dan gaya hiasan
Entah apa nama keterampilanku
Entah disebut apa hasil karyaku
Pada mataku terlukis mata Ibuku
saat aku kecil hingga dewasa
ketika melihat kapas diubah jadi benang
saat saksikan benang ditata dan diikat motif
Ketika diwarnai hingga menenun
hasilkan aneka kain tradisi adat
Pada wajah dan pikiranku
tertulis sosok para pendahulu
Mereka menulis jenis alat yang dipakai
sejak saat memproses kapas dan benang
ketika merajut motif dan mewarnai pakan
Hingga menenun hasilkan kain dan menggunakannya
Aku hanya membaca tulisan pengalaman mereka
dalam lembaran lisan tradisi adat budaya
Jemariku belajar menari pada putihnya kapas
agar telapak mampu memintal jadi benang
Langkahku melintas alam meramu warna
Tanganku bergoyang ikuti irama jantera
Lalu menghentak benang pada pakan
kakiku berlari membaca jejak telapak pendahulu
Jiwa raga dipandu mantra doa Ibu
yang dambakan aku menenun harkat martabat
Sehingga wariskan kain teladan bagi generasi
Lembaran kain dan makna setiap motifnya
sering ditulis dalam hening diam
Banyak kata terucap tanpa suara
karena doa rindu damba sahaja
adalah perbuatan penuh cinta
demi harkat martabat yang mulia
Bukan untuk disuarakan di atas mimbar
apalagi dengan alat pengeras bunyi
Mereka mengajar dengan kerja dan teladan pribadi
Zaman telah menambah manfaat
Ada kain hasil tenunan dijual
berubah wujud, bentuk dan keperluan
untuk semua pihak yang mau membeli
Pesan dan wasiat utama leluhur
Setiap kain tenunan tradisi adat budaya
Bukan saja untuk membalut raga
dari cuaca panas dingin
tetapi doa mantra sakral
bagi perlindungan harkat martabat
jiwa raga pribadi keramat
Aku adalah tenunan kasih cinta Sang Ilahi
Aku adalah selembar kain
diproses dengan kerja kasih sayang
ditenun dengan doa mantra cinta
Aku diajar memeluk diri pribadi
yang terbuat dari alam lingkungan
yang hidup oleh jagat semesta
Aku diwariskan jiwa raga orangtua
didoakan Ibu dan semua keluarga
ditopang Ayah dan para leluhur
Aku telah menerima segalanya
diajar harus memberi dan berbagi
hingga saatnya kembali pada Sang Ilahi

