“You are what you say and do.”
Perkataan dan tindakan seseorang adalah cerminan diri mereka, sementara info yang kita dengar dari orang lain, yang hanya ‘katanya’ itu bisa tidak akurat, karena pengaruh berbagai faktor seperti prasangka, atau tujuan yang disembunyikan.
Ya, penggunaan frasa ‘katanya’ itu dalam berkomunikasi dapat mencerminkan sikap seseorang yang enggan bertanggung jawab atas apa yang dinyatakan.
Hal ini menunjukkan, bahwa pembicara tidak mau mengambil tanggung jawab atas penyebaran informasi yang belum tentu akurat, yang sering kali dipicu sikap latah tanpa memedulikan kebenarannya.
Siapa pun kita dan apa pun agamanya, wajib berdiri tegak untuk ‘kebenaran’ dan dalam waktu yang sama wajib menyampaikannya dengan benar pula. Tak lagi ‘jaréné’.
Salam sehati.
Jlitheng

