Tuhan berkata kepadanya: “Hai, orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan” (Luk 11: 39).
Waktu kecil, banyak sekali aturan yang diajarkan orangtua kita yang kemudian akan berkembang jadi sebuah kebiasaan. Seperti halnya orang Farisi, kita pasti juga sepakat untuk selalu mencuci tangan sebelum makan. Akan jadi aneh, bila hal tersebut tidak dilakukan. Bahkan, kita akan menegur orang lain, jika mengabaikan hal itu.
Secara tidak sadar, kita sering kali berlaku seperti orang Farisi. Mudah bagi kita untuk menghakimi orang lain yang berlaku di luar aturan yang ada. Yesus mengecam orang-orang Farisi, karena mereka lebih memperhatikan hal-hal lahiriah daripada batiniah.
Yesus mengingatkan kita untuk membersihkan bagian dalam, karena yang tidak kelihatan itu justru memerlukan perawatan yang lebih baik. Tampilan luar akan terpancar secara alami mengikuti kedalaman hati dan pikiran seseorang. Kebersihan hati dan pikiran akan berbuah dalam perkataan yang baik dan tindakan yang baik pula. Kebersihan hati dan pikiran dapat diperoleh dengan menjaga hidup doa dan merenungkan sabda-Nya. Jadi sebuah permenungan untuk kita, sudahkah hati dan pikiran kita terarah pada Tuhan, agar berbuah manis dalam perkataan dan perbuatan kita?
Titin
Selasa, 14 Oktober 2025
Rm 1: 16-25 Mzm 19: 2-5 Luk 11: 37-41
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

