“Syukur adalah lagu jiwa yang telah disembuhkan. Bila dinyanyikan dengan iman, rasa syukur itu jadi doa yang menuntun kita masuk ke dalam hati Allah.”
…
Allah mengingatkan kami, bahwa hati yang bersyukur membuka jalan bagi rahmat-Nya. Naaman, orang asing dan penderita kusta, percaya akan sabda-Nya dan disembuhkan: kulitnya jadi baru, hatinya pun diperbarui. Ia kembali memuliakan Allah dan berseru, “Tidak ada Allah di seluruh bumi kecuali Allah Israel.”
Demikian pula dalam Injil hari ini, dari sepuluh orang kusta yang disembuhkan, hanya satu yang kembali. Seorang Samaria, orang asing yang bersyukur dengan suara nyaring dan sujud di kaki Yesus.
Keduanya mengajarkan kebenaran yang sama: iman sejati selalu melahirkan syukur, dan syukur sejati meneguhkan iman.
Mazmur menggema di hati kami:
“Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya yang ajaib!”
Keselamatan adalah karya agung-Mu, ya Tuhan. Engkau menyingkapkan keadilan-Mu kepada bangsa-bangsa dan meneguhkan kasih setia-Mu bagi semua yang percaya.
Melalui Rasul Paulus kami diingatkan untuk senantiasa mengingat Yesus Kristus yang telah bangkit dari antara orang mati:
setia sekalipun kami sering tidak setia, sebab Ia tidak dapat menyangkal diri-Nya sendiri. Kasih dan kesetiaan-Nya kekal selamanya.
Ya Tuhan, seperti Naaman dibasuh di sungai Yordan, kami pun telah dibersihkan dalam air Pembaptisan.
Seperti si kusta Samaria yang kembali memuliakan-Mu, kami pun kembali kepada-Mu dalam Ekaristi.
Syukur yang tidak pernah berakhir.
Setiap Misa jadi kesempatan kami untuk berlutut di hadapan-Mu,
memuliakan Engkau dengan hati penuh kasih, dan mempersembahkan hidup kami
sebagai korban syukur bagi keselamatan yang telah Kau anugerahkan.
Ajarlah kami, ya Allah, untuk jadi umat yang bersyukur, setia di masa sukacita maupun di tengah penderitaan, dan berani bersaksi, bahwa Engkaulah satu-satunya Allah yang menyelamatkan. Biarlah hidup kami jadi nyanyian syukur yang hidup agar dunia percaya, bahwa kasih-Mu tidak terbandingkan.
Demi Kristus, Tuhan kami.
Amin.
…
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

