“Sukacita kita dimulai saat menyadari, bahwa keluarga Allah tidaklah tertutup, tapi terbuka bagi semua yang mau mendengar, percaya, dan hidup menurut sabda-Nya. Di dalam Dia, kita mempunyai tempat di rumah-Nya. “
Allah, tempat perlindungan dan sumber sukacita kami.
Melalui nabi Yoel, Allah berjanji akan menghimpun umat-Nya,
menghakimi kejahatan, dan memulihkan Sion dengan berkat yang melimpah.
“Engkau akan dikenal sebagai Tuhan, Allahmu, yang bersemayam di gunung-Mu yang kudus.”
Kehadiran-Mu membuat hati umat-Mu bersorak gembira. Langit memberitakan keadilan-Mu,
dan bumi bersinar oleh kemuliaan-Mu.
Dalam Injil, Yesus membuka rahasia kebahagiaan sejati. Ketika seorang perempuan berseru: “Berbahagialah rahim yang mengandung Engkau!”
Yesus mengangkat kekaguman itu ke tingkat yang lebih tinggi: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan sabda Allah dan melaksanakannya.”
Melalui sabda ini, Yesus menyingkapkan keluarga Allah yang sejati: keluarga yang tidak diikat oleh darah, tapi oleh kasih dan ketaatan pada kehendak-Nya.
Maria, Bunda-Nya, jadi gambaran sempurna dari kebahagiaan ini.
Sejak awal imannya, ia menerima Sabda-Nya sepenuh hati,
menyimpannya dalam batin, dan membiarkan Sabda itu jadi daging di dalam dirinya. Sukacitanya bukan hanya karena jadi ibu Yesus, melainkan karena jadi putri-Nya yang setia: mendengar dan mempercayai setiap firman-Nya.
“Ya, Bapa, Engkau memanggil kami untuk ikut masuk dalam sukacita yang sama: jadi anggota keluarga-Mu melalui iman dan ketaatan. Engkau berjanji melalui nabi Yoel bahwa sesudah masa penghakiman. Roh-Mu akan memulihkan umat-Mu. Engkau mencurahkan anggur baru dan mengalirkan air kehidupan dari hadirat-Mu.
Betapa bahagianya kami, Tuhan,
sebab melalui Kristus, kami telah menjadi bagian dari keluarga-Mu sendiri.”
“Tuhan Yesus, ajarlah kami untuk mencintai Sabda-Mu seperti Maria,
mendengarnya dengan hati terbuka, melaksanakannya dengan setia, dan membiarkannya membentuk hidup kami jadi pantulan kasih-Mu.
Tulislah hukum-Mu dalam hati kami,
agar sukacita kami penuh dan hidup kami bersaksi: “Tuhanlah Raja; biarlah bumi bersukacita!”
Demi Kristus, Tuhan kami.
Amin.”
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

