“Orang yang percaya kepada Tuhan tidak akan dilupakan. Tuhan mengenal umat-Nya yang setia dan berkenan atas doa mereka.”
Sabda Tuhan mengingatkan kami, bahwa Ia melihat perbedaan antara orang yang percaya dan yang berpaling dari-Nya. Ia mengenal hati yang mengasihi dan menghormati nama-Nya.
Seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, orang yang berpegang pada-Nya tidak akan layu, meskipun dunia di sekitarnya jadi gersang.
Tuhan, kadang kami melihat orang sombong tampak berhasil dan yang jujur seolah dilupakan. Namun Engkau meyakinkan kami, bahwa akan tiba hari, ketika keadilan dan kerahiman-Mu bersinar nyata. Ajarlah kami untuk berjalan dengan tenang, tidak bergantung pada penampakan dunia, melainkan pada kesetiaan-Mu yang tak pernah berubah.
Hari ini, Yesus Putra-Mu mengajak kami berdoa: untuk meminta, mencari, dan mengetuk.
Bantulah kami berdoa dengan keberanian iman dan kerendahan hati kasih. Semoga doa kami naik dari hati yang percaya, bukan karena takut atau ragu, melainkan karena yakin Engkau mendengar dan peduli kepada anak-anak-Mu.
Ya, Yesus, Engkau mengingatkan kami, bahwa Bapa Surgawi tidak memberi batu, ketika kami meminta roti, tidak memberi kalajengking ketika kami meminta telur, dan tidak memberi kehampaan ketika kami meminta Roh Kudus.
Maka kami mohon, Bapa:
penuhi kami dengan Roh Kudus-Mu, segarkan iman kami, kuatkan pengharapan kami, dan dalamkan kasih kami.
Ketika jawaban doa terasa tertunda, teguhkan kami untuk percaya, bahwa penantian bukan tanda Engkau melupakan, melainkan cara-Mu membentuk hati kami agar siap menerima yang terbaik dari-Mu.
Jadikan hidup kami seperti pohon yang tumbuh di tepi sungai-Mu yang berakar dalam kasih, berbuah dalam iman, bersemi dalam harapan, dan teduh dalam kerahiman.
Biarlah hidup kami memuliakan Engkau, sumber segala kasih dan kebenaran.
Dalam Kristus Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

