“Kerahiman Allah selalu lebih besar daripada kemarahan kita, lebih dalam dari rasa keadilan, dan lebih luas dari pengertian kita. Kasih-Nya tidak pernah menyerah, dan Ia memanggil kita untuk hidup murah hati seperti Dia.”
Seperti Yunus, kami kadang merasa kesal melihat Tuhan begitu cepat mengampuni dan terlalu baik, bahkan kepada mereka yang menurut kami tidak pantas. Namun Engkau, ya Tuhan, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Engkau mengajarkan, bahwa belas kasih bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan hati-Mu yang sejati.
Ketika para murid meminta Yesus, “Tuhan, ajarilah kami berdoa,” kami sadar, bahwa doa sejati tidak dimulai dari kata-kata, melainkan dari hati yang dibentuk oleh kerahiman. Doa membuka mata kami untuk melihat sesama bukan sebagai musuh, tapi sebagai saudara yang sama-sama dikasihi.
“Bapa kami yang di Surga, dimuliakanlah nama-Mu.”
Kuduskanlah hati kami agar nama-Mu dimuliakan melalui kasih dan pengampunan yang kami wujudkan hari ini.
“Datanglah Kerajaan-Mu.”
Kerajaan-Mu adalah kerajaan belas kasih: di mana musuh berdamai, yang terluka disembuhkan, dan setiap orang berdosa menemukan rumah. Semoga Kerajaan itu bertumbuh dalam hati kami.
“Berilah kami rezeki pada hari ini.”
Ajarlah kami mengenali setiap makanan, nafas, dan setiap kesempatan memberi itu sebagai wujud nyata dari kerahiman-Mu. Seperti Engkau berbelas kasih pada Niniwe, pandanglah juga dunia kami dengan kasih yang sama, dan jadikan kami saluran kemurahan hati-Mu bagi sesama.
“Ampunilah dosa kami, sebab kami pun mengampuni…”
Pengampunan adalah jalan yang memutus rantai kebencian. Jangan biarkan kami terikat oleh dendam, tapi ajarlah kami mendengar kembali suara-Mu kepada Yunus: “Masakan Aku tidak peduli kepada kota yang besar itu?”
Ya Tuhan, jadikan hati kami peduli, lembut, dan rela mengampuni.
“Jangan masukkan kami ke dalam pencobaan.”
Lindungilah kami dari godaan untuk menghakimi, untuk putus asa, atau melupakan kasih-Mu. Bila kami lelah mencintai, segarkanlah kami dengan kekuatan belas kasih-Mu yang abadi.
Kini, bersama Yesus, Putra-Mu, kami mengucapkan doa yang membuka hati kepada kerahiman:
Bapa Kami yang ada di Surga … (ucapkan secara perlahan)
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

