“Saat kita kembali kepada Allah dengan rendah hati, Maria mengajar kita merenungkan kerahiman Yesus dan beristirahat dalam hadirat-Nya. Rosario jadi nyanyian tobat dan kasih kita kepada Tuhan.”
Ketika Yunus melintasi kota besar Niniwe, suaranya bergetar membawa Sabda Tuhan:
“Empat puluh hari lagi, dan Niniwe akan ditunggangbalikkan!”
Namun yang terjadi sungguh menakjubkan seluruh rakyat mendengarkan. Dari Raja hingga rakyat kecil, mereka mengenakan kain kabung dan bertobat. Pertobatan mereka menyentuh hati-Mu, dan Engkau menahan murka-Mu.
Hari ini pun, ya Tuhan, Engkau terus mengutus Sabda-Mu, bukan untuk menghukum, melainkan untuk memanggil kami kembali kepada-Mu. Seperti orang-orang Niniwe, kami pun telah membangun “kota-kota kesibukan dan kesombongan” dalam hati kami.
Seperti Marta, kami sering sibuk melayani, namun lupa duduk dan mendengarkan Putra-Mu.
Melalui tangan lembut Bunda Maria, Ratu Rosario, Engkau menuntun kami kembali ke irama kasih karunia: untuk mendengar, merenung, dan mempercayai.
Dari jurang terdalam kami berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Sekiranya Engkau memperhitungkan kesalahan, siapakah yang dapat bertahan? Namun pada-Mu ada pengampunan dan kasih setia.
Ajarlah kami berdoa dengan hati Maria yang merenungkan agar setiap Salam Maria bukan sekadar kata, melainkan napas cinta yang naik dari kedalaman hati kami.
Ketika Putra-Mu berkata, “Marta, Marta,” itu bukan teguran yang keras, melainkan panggilan kasih yang sama lembutnya dengan belas kasih-Mu kepada Niniwe.
Maka kini, Bapa, panggillah nama kami juga dengan nada yang sama penuh kasih. Ubah kesibukan kami jadi kepekaan, rasa bersalah kami jadi pertobatan, dan kegelisahan kami jadi penyembahan.
Biarlah setiap butir Rosario mengingatkan kami: belas kasih-Mu lebih kuat dari dosa kami, dan kasih-Mu lebih sabar dari kelemahan kami.
Bunda Maria, ajarlah kami merenungkan misteri Putra-Mu
hingga hati kami berdetak seirama dengan hati-Nya.
Semoga kami pun berkata “ya” seperti Engkau, dan membawa belas kasih-Nya ke setiap hati yang kami jumpai.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

