Kehilangan pilar-pilar hidup seperti orangtua, istri, suami, kesehatan, dan rezeki itu dapat memicu seseorang merasa terpuruk, kehilangan, sepi, dan ketidakpastian. Sehingga dapat berdampak buruk pada kondisi batin, bahkan fisik seseorang.
Kehilangan mereka yang tercinta itu dapat meninggalkan duka dan sepi yang melekat.
Kehilangan kesehatan dan rezeki itu memicu rasa takut dan cemas di hari ke depan.
Bagi saya, yang men-‘cemas’-kan itu bukan ‘usia dan tua’ (sebab usia tua adalah kodrat yang melekat dan tidak bisa dicegat). Tapi cemas, jika hilang kesempatan bermakna. Jika bermakna itu hilang, “njur ngopo urip iki?”
Salam sehat.
Jlitheng

