1.
Roda zaman terus menggilas
Ruang sakral adat budaya
tersingkir gemerlap bangunan megah
tergusur fasilitas serba modern
Pengalaman penerus generasi terkikis dusta
kesadaran anak-anak negeri terasing
untuk mengenal orangtua dan leluhurnya
Lantaran ritual sakral adat budaya
dicap kuno dan dianggap takhyul
Nyala obor dan bara dupa
dipadamkan dari sanubari jiwa mereka
karena tidak sesuai ajaran kenikmatan
Mereka dimanjakan gemerlap digital
agar tidak tahu tumpah darahnya
Lalu mengutuk diri dan tanah lahirnya
bahkan membenci nafas dan desir darahnya
Para perampok terbahak berpesta pora
berkobar menyala api keserakahan
di atas tanah air warisan leluhur
di dada para pahlawan kusuma bangsa
yang juga leluhur mereka
Sinar patriotisme makin pudar sirna
entah ke mana dan apa nasibnya
2.
Dari aneka tempat ibadah
para tokoh agama daraskan doa dan mantra
bagi kedamaian jiwa segenap pendahulu
bagi kesehatan jiwa raga umat
demi kesejahteraan bangsa tercinta
demi tanggung jawab dan kebijaksanaan para pemimpin
Namun
sumber daya alam terus terkuras
atas nama pembangunan kesejahteraan rakyat
Korupsi terus beranak pinak
dan jadi kebanggaan para pelaku
Kemiskinan dan penderitaan terus mencengkram nasib rakyat
Pancasila diabaikan dan Undang-undang Dasar dimutilasi
Kibar Merah Putih pudar nyaris tersobek
Kata-kata manis terus membanjir
disertai pameran sumpah jabatan
yang isi maknannya diabaikan
Patriotisme seperti mimpi dan ilusi
Amanat penderitaan rakyat redup sirna di ruang kesadaran pejabat busuk dan para koruptor
Buku suci agama hanya dijadikan permainan mereka
dengan sandiwara sumpah palsu
Atas nama Tuhan Yang Maha Esa
3.
Jika ingin menghacurkan satu bangsa
rusaklah generasi muda pewarisnya
Berikan santapan racun narkoba
kacaukan para guru dan sistem pendidikannya
Bahkan dijadikan ladang bisnis dan sarang korupsi
Butakan pikiran dan hati nuraninya
Keringkan sanubari jiwanya dengan racun dan limbah keserakahan
Sajikan sampah penyakit untuk raganya
Ajarkan iri dengki dan peperangan
sebagai kebenaran dan tujuan hidup
Jadikan adat budaya dan agama sebagai bisnis dan hamba politik
Agar kerakusan dan selera jadi penguasa
sehingga kekayaan alam bisa dikuras dengan buas bebas merdeka
Ijazah bisa gampang diperdagangkan
Sekolah tidak untuk mencerdaskan bangsa
tetapi tempat berdagang dan ladang manipulasi kepentingan
Cahaya obor kebijaksanaan dan lilin kebenaran terus dipadamkan
dari jiwa raga anak-anak pewaris negeri
4.
Di balik pakaian rapih penuh wibawa
jiwa raga para pejabat negara terselubung
Saat menerima mandat kepercayaan
yang diberikan oleh suara rakyat
yang didapat dari jenjang karier
Mereka ucapkan sumpah jabatan
tangan di atas kitab suci miliknya
didampingi wakil tokoh agamanya
Tampilan penuh wibawa demi kepercayaan rakyat
agar tugas tanggung jawab sungguh dilaksanakan
demi kesejahteraan segenap masyarakat
demi kejayaan bangsa dan NKRI
Waktu mencatat fakta sejarah
ternyata patriotisme tidak sungguh dilakukan
rupanya kata sumpah janji enggan ditaati
Dan beraneka kasus telah terjadi
deretan kisah korupsi jadi budaya dan kebanggan para pelaku
keluarga dan para kroni bangga berpesta pora
dI atas jeritan lara derita rakyat sederhana
Kata-kata sakral sumpah jabatan
rupanya hanya sandiwara belaka
Atas nama Tuhan pun tidak dihiraukan
karena kenikmatan hawa nafsu menguasai
“Lahirlah banyak penjajah dari bangsa sendiri
yang justru jadi kacung dan penjilat penjajah asing”
Ke manakah cita Proklamasi NKRI
Di manakah patriotisme bagi bangsa dan tumpah darah?

