“Iman bukan soal seberapa besar ukurannya, melainkan seberapa setia kita berjalan bersama Allah: setia seperti Yesus, Sang Hamba yang taat sampai akhir.”
Sering kali kami merasa iman kami terlalu kecil untuk menghadapi kerasnya hidup. Kami pun seperti para Rasul, berseru: “Tambahkanlah iman kami!”
Namun Yesus mengingatkan, iman sekecil biji sesawi pun sanggup melakukan yang mustahil. Bukan karena kekuatan kami, melainkan karena Allah setia menyertai.
Hari ini Allah mengajar kami dua hal: bahwa iman sejati bukanlah untuk mencari kuasa atau tanda yang hebat, melainkan untuk hidup taat seperti Yesus, Putra-Nya, yang selalu menempatkan kehendak-Nya di atas segalanya;
dan bahwa kami adalah hamba-hamba yang hanya melakukan kewajiban, bukan mencari pujian, melainkan bersyukur, karena boleh ambil bagian dalam karya keselamatan-Nya.
Tuhan, jangan biarkan hati kami mengeras oleh penderitaan atau kekecewaan. Nyalakanlah kembali Roh Kudus yang telah Engkau berikan, agar kami bertahan dalam kasih, keteguhan, dan pengendalian diri.
Bimbing kami untuk hidup seperti Habakuk yang tetap percaya;
seperti Pemazmur yang mengajak bersujud menyembah; dan seperti Paulus yang menanggung beban Injil dengan setia.
Tuhan Yesus, tambahkanlah iman kami, agar di setiap langkah kami tetap teguh di jalan-Mu, hingga akhirnya kami mendengar suara-Mu:
“Mari, hamba-Ku yang baik dan setia, masuklah ke dalam kebahagiaan Tuhanmu.”
Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

