“Allah tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya. Ia mengangkat yang remuk hati, mengumpulkan umat-Nya, dan mempercayakan Kerajaan-Nya kepada yang sederhana seperti kanak-kanak.”
Melalui Nabi Barukh, Allah menghibur umat-Nya yang susah hati: jangan kehilangan semangat, tapi bertobatlah dan kembali kepada-Nya. Ia berjanji akan menyambut dengan belas kasih dan memenuhi mereka dengan sukacita. Sungguh Allah adalah tempat perlindungan bagi orang kecil dan pengharapan bagi yang remuk hati.
Dalam Injil, Yesus, bersukacita, karena misteri Kerajaan Surga disingkapkan bukan kepada orang yang sombong atau mengandalkan kepandaian dunia, melainkan kepada mereka yang sederhana dan rendah hati. Di situlah karya rahmat Allah nyata: dalam kerendahan, ketergantungan, dan kepercayaan penuh kepada-Nya.
Pada peringatan St Fransiskus dari Asisi ini, kami diingatkan akan seorang hamba-Nya yang memilih kemiskinan suci dan menyebut dirinya ‘si kecil yang miskin’. Dengan kesederhanaan dan kepercayaan yang murni, ia menyerahkan hidupnya bagi kehendak-Nya. Dari langkah kecil membangun kembali sebuah kapel rusak, Allah memakai dia untuk membangkitkan semangat Gereja-Nya yang besar.
Ya, Tuhan, ajarilah kami seperti Fransiskus, agar menemukan sukacita sejati bukan pada keberhasilan atau kemenangan, melainkan pada kepastian, bahwa nama kami terdaftar di Surga. Biarlah hidup kami, yang mungkin tampak kecil di mata dunia, dipenuhi oleh belas kasih-Mu dan bercahaya dengan kasih-Mu.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

