“Sesungguhnya Aku mengutus seorang Malaikat berjalan di depanmu itu untuk melindungimu dan membawamu ke tempat yang telah Kusiapkan” (Kel 23: 20).
Tuhan memberikan janji perlindungan dan penyertaan melalui Malaikat utusan-Nya. Ia tidak membiarkan bangsa Israel berjalan sendiri menuju Tanah Terjanji. Karena Tuhan mengetahui jalan itu penuh tantangan dan umat-Nya tidak akan kuat berjalan sendiri, sehingga Ia mengutus malaikat-Nya untuk mendampingi mereka.
Bagi kita umat beriman, ayat ini jadi pengingat, bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Ia menyertai kita lewat pelbagai cara: firman-Nya, orang-orang yang diutus untuk menolong kita, dan bahkan melalui Malaikat pelindung yang tak terlihat, tapi bekerja nyata. Tugas kita adalah taat pada suara Tuhan dan membuka hati untuk dibimbing oleh-Nya.
Apakah kita sungguh percaya, Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah hidup kita? Apakah kita membuka diri untuk dibimbing oleh-Nya, bahkan ketika jalan hidup ini terasa berat dan membingungkan?
“Tuhan, terima kasih. Engkau tidak membiarkan kami berjalan sendirian. Ajarilah kami untuk peka mendengar suara-Mu dan percaya, bahwa Engkau senantiasa menyertai kami melalui malaikat-Mu dan tangan-tangan kasih yang Engkau utus. Amin.”
Sr. M. Phillipa Nerissa, P. Karm
Kamis, 02 Oktober 2025
Kel 23: 20-23 Mzm 91: 1-6.10-11 Mat 18: 1-5.10
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

