“Mengikuti Yesus bukan soal perbuatan besar, tapi tentang kasih yang besar dalam hal-hal kecil dan dengan hati yang tak terbagi.”
Hari ini Sabda Tuhan mengajak kami mengikuti Yesus dengan segenap hati, tanpa ragu, tanpa menunda. Putra-Nya menegaskan, bahwa jadi murid-Nya berarti siap meninggalkan keterikatan, hidup dalam kerelaan, dan menatap ke depan dengan iman yang teguh. Seperti pembajak yang tidak boleh menoleh ke belakang, kami dipanggil untuk memusatkan pandangan hanya kepada Kristus, agar jalan kami lurus dan berbuah.
Dalam pesta Santa Thérèse dari kanak-kanak Yesus ini, kami belajar darinya tentang jalan kecil: kesucian itu bukan dalam karya besar yang tampak, melainkan dalam cinta yang besar untuk setiap hal kecil sehari-hari. Ia mencintai-Mu lewat hal-hal sederhana: mencuci piring, menanggung kesalahpahaman, tersenyum dalam penderitaan, dan semua dipersembahkan dengan hati yang penuh kasih.
Seperti Nehemia yang lebih dahulu berdoa sebelum bertindak, ajarilah kami menapaki setiap langkah dengan doa, supaya rencana kami lahir dari kehendak-Mu, bukan dari ambisi kami. Seperti umat dalam Mazmur yang merindukan Sion, semoga hati kami selalu merindukan tanah air Surgawi yang Engkau janjikan.
“Ya, Bapa, melalui doa dan teladan Santa Thérèse, limpahkanlah rahmat agar kami setia mengikuti Yesus, tanpa menunda, tanpa menoleh ke belakang, dan tanpa takut. Izinkan setiap hari kami jalani dengan sederhana dan penuh percaya, menaburkan kasih kecil yang bercahaya dengan kerahiman-Mu.”
Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

