“Hidup sejati itu bukan dalam kenyamanan atau kekayaan, melainkan dalam hidup sebagai milik Allah dengan keadilan, kerahiman, dan iman.”
Allah adalah pembela kaum miskin, penyokong orang lapar, pembebas orang tertindas. Sungguh, betapa mudahnya kami merasa nyaman, puas dengan berkat yang kami terima, tapi buta terhadap mereka yang menderita di depan pintu kami. Seperti para pemimpin di zaman Amos, kami bisa berpesta tanpa peduli pada luka di sekitar kami.
Putra-Mu mengingatkan kami melalui kisah orang kaya dan Lazarus. Dosa orang kaya itu bukan karena hartanya, melainkan karena ketidakpeduliannya; bukan karena kelimpahannya, melainkan karena hatinya tertutup untuk berbagi. Lindungilah kami, Tuhan, dari hati yang keras oleh kenyamanan, dari hidup yang hanya mencari kesenangan, dan dari telinga yang tuli terhadap firman-Mu.
Engkau memanggil kami hari ini, bukan besok untuk bertobat. Inilah saat rahmat, waktunya kami membuka tangan untuk bermurah hati, menggunakan yang dimiliki demi kebaikan sesama, dan berjalan sebagai ‘manusia Allah’ yang mengejar keadilan, iman, kasih, kesabaran, dan kelemahlembutan.
Tuhan Yesus, Engkau mengenal setiap orang dengan nama, seperti Engkau mengenal Lazarus. Selamatkan kami dari hidup yang tidak bernama di hadapan-Mu, dari diri yang hanya berpusat pada kesenangan sendiri, dan dari penyesalan yang datang terlambat. Ajarilah kami hidup menurut jalan Kerajaan-Mu dalam Ekaristi, di mana baik yang kaya maupun yang miskin, Engkau undang menikmati ‘Tubuh dan Darah-Mu’.
Tuhan Yesus Yang Bangkit, tolonglah kami melepaskan segala keterikatan yang menghalangi, agar kami berpegang hanya pada-Mu dan berjuang dalam iman dengan setia. Semoga hidup kami jadi kesaksian atas kerahiman-Mu yang kekal. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

