Di saat berkenalan dengan mahasiswa baru, saya jarang menayangkan CV. Kalimat pertama saya yang terucap: “Terima kasih, kalian telah bersedia jadi kepanjangan tangan Tuhan untuk hidupku yang sudah tak sempurna lagi dan sudah tua, tapi ingin tetap bermakna bersamamu lewat mata kuliah ini.”
Untuk menegaskan peran saya, kemudian saya nyanyikan sepenggal lagu berikut: “Walau badai silih berganti menghalangiku, ku tetap bersamamu, sahabat.”
Frasa “walau badai silih berganti menghalangiku, ku tetap bersamamu, sahabatku” adalah sebuah ekspresi dukungan dan kesetiaan yang sangat kuat pada sesama, terutama di masa-masa sulit. Mahasiswa baru pasti merasakan masa-masa sulit itu.
BKSN 2025 mengajak kita untuk tetap tekun jadi sahabat yang setia, dalam keluarga ataupun lingkungan. Setiap pertemuan adalah wadah untuk mewujudkannya. Datanglah!
Salam sehat.
Jlitheng

