Red-Joss.com – Terbuka, terus terang, dan bersikap jujur itu lebih baik, ketimbang kita menyimpan dan memendam masalah atau aib. Dada pun jadi nyesek dan eneg.
Tidak ada gunanya kita memendam aib, dan membiarkannya berlarut-larut, sehingga jadi borok. Lebih suloyo lagi, jika borok itu pecah, berbau, dan kita jadi malu.
Realita itu mudah dijumpai di lingkungan sekitar. Bahkan bisa terjadi dalam keluarga sendiri. Ketika seorang membuka aib itu. Untuk apa?
Maaf, disadari atau tidak. Ketika kita membuka aib teman, tetangga, atau keluarga berarti kita membuka aib sendiri.
Jangan kaget. Ternyata kita adalah seorang pengecut, pecundang, dan pendendam!
Pengecut, karena kita tidak berani bersikap jujur dan berterus terang untuk menyampaikan pendapat atau sanggahan. Ketika ada suatu hal yang tidak berkenan di hati. Kita takut, karena orang itu pejabat, preman, pimpinan, atau orang yang kita hormati.
Pecundang, karena kita diam melihat ketimpangan, kekerasan, atau ketidak-adilan itu. Kita tidak berani menyuarakan kejujuran dan kebenaran sesuai hati nurani.
Pendendam, karena kita takut dan menyimpan perlakuan itu dengan perasaan iri, benci, dan sakit hati. Kita lalu mencari kesempatan untuk membalasnya!
Mengasihi, karena Mencintai
Ketika di hati ini muncul rasa iri, benci, atau dendam pada orang lain, sesungguhnya kita melukai, menyakiti diri sendiri, dan menyimpan bom waktu.
Lebih bijak, jika kita bersikap terus terang, terbuka, dan jujur. Kita berani mengemukakan atau menyampaikan hal yang kurang berkenan itu dengan lebut hati dan secara elegan agar tidak muncul ketersinggungan.
Dengan berpikir positif dan berprasangka baik, kita belajar memahami orang lain. Bisa jadi orang itu bicara atau melakukan perbuatan jelek itu tidak sengaja, lepas kontrol, atau sekadar bercanda. Kebetulan kita sedang banyak pikiran atau masalah, sehingga sensitif dan mudah emosi.
Jika bicara di depan umum, kita tidak perlu menyindir, mengungkit-ungkit masa lalu, atau menjelek-jelekan orang yang dimaksud. Karena hal itu hanya membuka aib sendiri. Menunjukkan sifat kita yang kekanak-kanakan, tidak dewasa, dan pendendam.
Sekiranya ada kata dan sikap teman yang kurang berkenan di hati, lebih baik kita bertanya ‘face to face’, secara langsung tanpa emosi dan pretensi. Sehingga tidak timbul kesalahpahaman, tapi agar saling mengenal pribadi satu sama lain dan dewasa dalam bersikap.
Sesungguhnya berani bersikap terus terang, terbuka, dan jujur itu hebat.
Sesungguhnya berani memaafkan, mengasihi, dan mendoakan orang yang bersalah itu dahsyat.
Tetaplah jadi pribadi yang murah hati dan bahagia.
…
Mas Redjo

