Simply da Flores
1.
Kepadamu alam lingkungan
Salam hormat dan terima kasihku
atas segala peran jasamu
agar aku bisa alami kehidupan
Kisah dari adat dan leluhur
Bumi adalah Ibu kehidupan
Angkasa adalah Bapa realitas
seluruh isi alam lingkungan adalah saudara dan saudari
dan asal manusia pun dari alam
terungkap dalam sejarah asal suku
dengan tahu dan ritualnya
ada tempat sakral dan jenis makhluk yang harus dihormati suku
Dari ajaran agama menegaskan
manusia tercipta dari debu tanah
dan pasti kembali kepada debu tanah
Alam ini diciptakan lebih dahulu
baru manusia kemudian tercipta
Karena manusia tak mampu hidup
kalau tidak ada alam lingkungan
Terima kasih alam lingkungan
Syukur kepada Sang Pencipta
2.
Kepadamu alam lingkungan
terimalah ungkapan terima kasihku
karena sekarang aku tahu dan sadari
dari pengalaman sehari-hari
juga informasi ilmu pengetahuan
Bahwa awalnya manusia tercipta
dari dan di tengah alam lingkungan
untuk menjamin kebutuhan hidup ini
Semuanya diterima dari sumber daya alam
Aku menghirup udara untuk nafasku
Tubuhku hidup dan melangkah di tanah ini
Makan minum semuanya berasal dari alam lingkungan
Untuk tempat tinggal pun dari bahan alam
entah yang tradisional dan maupun modern
Untuk berkreasi dan berkarya
hanya bisa dilakukan manusia di atas alam lingkungan
Dan
sampai saat mati pun nanti
jenazah akan kembali ke alam lingkungan
entah dikubur atau dikremasi
3.
Kepadamu alam lingkungan
Zaman kami silih berganti menegaskan
apa pun kreasi peradaban manusia
Tak pernah terlepas dari sumber daya alam lingkungan
yang jadi penjamin kelangsungan hidup ini
Namun sering jadi tanya
ada yang sembarangan membuang sampah
polusi udara makin mencemaskan
Pencemaran lingkungan dari limbah industri
terus mengancam nasib kehidupan
Pertambangan, perkebunan dan pengembangan pemukiman makin brutal
Adakah jawaban untuk solusinya?
Ajaran leluhur dalam warisan tradisi adat budaya
untuk menghormati dan mengelola alam lingkungan
terus terkikis dan dimusnahkan
Prinsip nilai dan relasi dengan alam lingkungan
entah dari adat budaya leluhur
maupun dari ajaran agama
nyatanya diabaikan para pemodal dan penguasa
Kehebatan rasional makin dimutlakkan
kerakusan dan ketamakan diagungkan
Kecanggihan iptek bukan saja diandalkan
melainkan berubah jadi tujuan
Maka ada tanya menggugat
haruskah sekelompok kecil manusia
merusak alam lingkungan demi ketamakan
dan ratusan juta manusia jadi korbannya?
4.
Kepadamu alam lingkungan
ada aneka tanya menggugat
atas masalah relasi manusia dan alam lingkungan
Sepertinya aturan dan hukum tidak berdaya
ketika menghadapi aneka masalah alam lingkungan
yang dilakukan segelintir kelompok manusia
demi kekayaan dan kerakusan gengsinya
mungkin karena mereka memiliki kuasa dan uang
di mana yang jadi korbannya
selalu masyarakat kecil dan miskin
Populasi manusia jumlahnya meledak
sedangkan alam lingkungan makin berkurang jumlah dan kualitasnya
Berbagai cara pencegahan terus diupayakan
namun sepertinya tak berdaya dan jarang digubris pelaku
Adakah pengadilan alam lingkungan bagi kelakuan manusia?
5.
Wahai alam lingkungan
dengarlah jeritan kami jutaan orang kecil
Di zaman digital milenial ini
deretan kasus alam lingkungan
makin brutal dan semarak di mana-mana
namun nyatanya semua upaya pencegahan dan penyelesaian
tidak berdaya di hadapan para pemodal dan pemilik kuasa
Lembaga dunia yang mengurus lingkungan
sering hanya kedengaran sayup suaranya
Perjuangan para aktivis lingkungan
juga berujung senyap tak digubris
Musim alam sedang pancaroba
Bencana alam terus terjadi juga
Namun justru masyarakat kecil disalahkan
Bahkan Sang Pencipta pun digugat
mengapa alam lingkungan tak sesuai selera manusia
Ataukah kecanggihan iptek dan kerakusan lebih hebat dari hukum alam
Jawablah air mata dan doa kami
dengan hukum alam yang mengadili
perilaku tamak selera manusia

