Red-Joss.com – Buah terpenting yang kita petik dari ‘merasa cukup’ adalah kesadaran, bahwa mampu merasa cukup itu tidak semudah membalik telapak tangan. Kita harus berjuang tanpa henti, bahkan sepanjang hayat ini. Sebab godaan iblis juga tak bakal berhenti. Kebalikan dari merasa cukup adalah ‘keserakahan’.
Di dalam Kitab Suci keserakahan di samakan dengn menyembah berhala (Kolose 3:5): “covetousness is idolatry.” Kata “idolatry” berasal dari bahasa Yunani eidololatreia, gabungan dua kata, eidolo (berhala) dan latreia (menyembah).
Menyembah berhala berarti berbakti kepada objek lain di luar Tuhan. Ketika seseorang mengingini materi lebih dari yang patut dimilikinya dan menjadikan materi itu sebagai harga dirinya, sebenarnya ia membaktikan dirinya pada materi itu. Tuhan tidak lagi menjadi satu-satunya yang ia kejar dan ingini. Posisi Tuhan digantikan oleh keserakahan akan suatu objek atau materi tertentu yang dipandang mendatangkan kehormatan, kebahagiaan dan penghargaan. Oleh sebab itu keserakahan sering dinilai sama dengan perjinahan rohani.
Tuhan menentang hal ini dalan hukum pertama-Nya: “Jangan ada padamu Allah lain di hadapan-Ku.”
Maka dapat dikatakan, bahwa ketika kita ‘merasa cukup’, sesungguhnya kita sedang merayakan kepatuhan kita pada Allah sebagai satu-satunya yang kita sembah.
Sungguh tidak mudah, akan tetapi Allah pasti tidak membiarkan kita terlepas dari genggaman-Nya.
Tetap tabah berbagi berkah.
…
Jlitheng

