Yesus memanggil kedua belas murid, memberi mereka tenaga dan kuasa. Mereka mewartakan Kerajaan Allah dengan segala keterbatasan agar mereka sadar, bahwa jadi seorang pelayan itu hanya perlu mengandalkan Tuhan, bukan aneka fasilitas. Mereka juga diingatkan untuk siap menerima konsekuensi dari tugas perutusan itu, yaitu diterima atau ditolak.
Setiap perutusan yang diterima di Gereja terkadang diberi berbagai macam catatan. Apa pun catatannya, dari pengalaman beberapa orang yang terlibat dalam pelayanan, mereka menemukan sesuatu yang berbeda.
Pelayanan itu justru membuat mereka mempunyai waktu dan dimampukan. Tuhan ternyata memperlengkapi setiap orang yang diutus-Nya. Termasuk, ketika mereka harus belajar untuk mendengarkan suara umat yang terkadang memuji atau menuntut.
Melayani di Gereja itu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari hidup kita; bukan kegiatan tambahan atau bonus yang kita berikan untuk Gereja. Pelayanan adalah panggilan kemuridan dan tidak dapat dilepaskan dari identitas kita sebagai murid Kristus.
“Ya, Bapa, semoga kami mampu melayani umat yang Engkau percayakan. Semoga melalui pelayanan yang sederhana ini, kami makin bertumbuh di dalam kemuridan dan makin terlibat dalam karya keselamatan-Mu. Amin.”
Ziarah Batin

