Simply da Flores
1.
Kepadamu hati nuraniku
Terimalah salam hormat dan banggaku
atas pengetahuan tentang adamu
atas kesadaran tentang hadirmu
Sesuai warisan tradisi pengalaman
juga informasi di tempat pendidikan
Bahwa manusia memiliki hati nurani
tapi bukan bagian tubuh yang disebut hati
Ternyata kesadaran hati nurani
yang menyimpan nilai dan kebijaksanaan
adalah bagian dari hasil kreasi otak pikiran
untuk menata kesadaran pribadi
karena harkat martabatku sebagai manusia
Sang Ilahi selalu hadir berbicara
dalam hati nurani yang bersih dan peka
menyadari hakikat jati diri pribadi
2.
Kepadamu hati nuraniku
Tulisan surat ini adalah bentuk kesadaranku
bahwa proses menata harkat pribadi
tidak terjadi sekali saja
tapi terus berjalan dalam seluruh ziarah hidupku
Goresan ayat kesadaran ini
adalah bagian perjuangan mengenal diri
dan upaya menganyam sosok kehidupan pribadi
Dengan nilai dan prinsip kehidupan
yang menentukan makna keputusan
untuk jadi apa dan siapa
Rupanya menata hati nurani
untuk menggores sosok martabat diri
sebagai pribadi yang bermartabat
Adalah perjuangan penuh tantangan
karena aku manusia yang rapuh
menghadapi sesama dan situasi alam lingkungan
dengan aneka tantangan dan dinamika perubahan
Mendengarkan dan berpegang pada hati nurani
bukanlah segampang berbicara dan membalik telapak tangan
3.
Kepadamu hati nuraniku
Aku berterima kasih akan kesadaran nilai kehidupan
Tentang hal yang benar dan salah
Tentang hal yang baik dan jahat
Tentang harkat martabat kodrati manusia
Tentang aneka nilai kemanusiaan hakiki
Tentang keberadaanku di tengah sesama dan alam semesta
Tentang rindu damba asali pribadi
dalam mengarungi fakta kehidupan
Pengalaman mengajar dan membentuk pribadiku
Pendidikan membimbing pengetahuan dan kemampuan berpikir
Teladan dari orangtua, leluhur dan penjasa
menuntun upayaku menata hati nurani
Setiap waktu menagih diri bertindak
untuk membuat keputusan dan pilihan terbaik
agar pribadiku bermakna dan berguna
Suara hati nurani jadi pemandu langkah ziarah
ke mana aku pergi berkelana
Mau jadi apa dan siapa diriku?
4.
Kepadamu hati nuraniku
Aku katakan bangga dan terima kasih
Kepada segenap orangtua leluhur
atas kasih sayang dan teladan kehidupan
Kepada semua sanak saudara
atas kebersamaan dan solidaritas
Kepada para pendidik dan penjasa
atas pengajaran ilmu dan pengalaman
dalam perjalanan ziarah kehidupanku
Karena semua mereka jadi guru kehidupanku
dalam menata hati nurani
agar semakin manusiawi dan bermartabat
Meskipun faktanya aku banyak kekurangan
dalam pilihan dan keputusan pribadi
dalam tutur kata dan perbuatan
dalam kerja dan berbagai interaksi sosial
Kesadaran hati nurani pribadi
ternyata jadi fakta suara Sang Ilahi
yang tak pernah meninggalkan hidupku

