“Biarlah sabda-Mu berakar dalam diriku, agar aku berbuah bagi Raja segala raja.”
Kami datang ke hadapan Allah dengan hati yang penuh sukacita, seperti seruan Pemazmur: “Bersorak-sorailah bagi Tuhan, beribadahlah kepada-Nya dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan nyanyian gembira.” Allah Bapa, Engkaulah Raja kekal, Penguasa satu-satunya, yang bersemayam dalam cahaya yang tak terhampiri. Bagi-Mu segala hormat dan kemuliaan selama-lamanya.
Tuhan Yesus, Engkaulah Sang Penabur Sabda. Engkau percaya kepada kami dengan menaburkan benih firman-Mu, meskipun hati kami sering keras, berbatu, atau penuh semak duri. Tapi Engkau tidak pernah lelah menabur, karena kerahiman-Mu lebih besar daripada kelemahan kami.
Ampunilah kami saat membiarkan musuh merampas sabda-Mu, kami goyah di tengah pencobaan, atau kami membiarkan kesibukan, kekhawatiran, dan kenikmatan duniawi mencekik kasih karunia-Mu. Sucikanlah hati kami, ya, Tuhan, agar jadi tanah yang subur, sehingga sabda-Mu berakar dan bertumbuh dalam hidup kami.
Ajarlah kami untuk bertekun agar di saat pencobaan datang kami tetap teguh dalam iman. Ajarlah kami rela berkorban untuk menggantikan keinginan diri ini dengan jalan kasih. Ajarlah kami rendah hati agar berbuah kesabaran, kebaikan, dan belas kasih melimpah dari hidup kami.
Ya, Raja segala raja, berkati sabda-Mu dalam diri kami untuk menghasilkan buah seratus kali lipat: karya keadilan yang mengangkat yang tertindas, perbuatan belas kasih yang mencerminkan hati-Mu, serta hidup penuh syukur untuk memuliakan nama-Mu. Berkati bibir dan perbuatan kami untuk bersaksi: “Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya turun-temurun.”
Kami mempercayakan hidup kepada-Mu, Tuhan. Jadikanlah kami tanah yang subur, bukan tandus, agar hidup kami menghasilkan buah yang Engkau harapkan. Sebab bagi-Mu-lah kuasa dan kemuliaan, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

