Tidak tahu apa yang ada dalam benak Ebiet, ketika belasan tahun yang lalu, dia menggugat dan bertanya lewat rumput yang bergoyang dalam lagu “Kita mesti telanjang” tentang negeri ini.
Adakah dia tidak lagi punya harap? Adakah dia frustasi? Mengapa di negeriku ini terjadi banyak bencana? Apakah, karena Tuhan marah, maka alam tidak lagi bersahabat?
Bahkan, Ebiet sudah kabarkan berita ini kepada laut, karang, ombak bahkan matahari. Tapi sayang, dia mengaku tidak memperoleh jawaban.
Maka harapannya dia sandarkan ke rumput yang bergoyang, walau hidupnya sering diinjak, digilas. Karena memiliki akar yang kuat menghunjam, meski sekuat apa pun angin menderu, hanya membuatnya bergoyang.
Ketabahan rumput itu adalah gambaran rakyat sederhana, yang kuat dalam iman dan harapan. Apa pun sulitnya hidup ini, rakyat sederhana tetap mampu tegak, karena bersandar pada Allah. Seperti inti Mazmur 23 yang mengatakan “Karena Engkau besertaku.”
Umat atau rakyat sederhana memiliki peran sangat penting menjaga hidup ini. Yakinlah!
Salam sehat.
Jlitheng

